"Aww!" Arby terpekik, lalu meringis mengusap-usap tulang keringnya. "Sakit, Jani. Kejam amat, sih?" protesnya. Anjani memelotot tajam. "Sejak kapan aku jadi calon istrimu?" "Kan, barusan?" Arby berkelit melihat gelagat Anjani akan menendang kakinya kembali. "Guyon doang. Gitu aja marah!" Arby memperbaiki posisi, lalu mengulang jabat tangan dengan Kai. "Bercanda kok, Mas. Kenalin, saya Arby." "Saya Kai." Kai menjabat tangan Arby erat. "Dia adik dari kakak ipar saya, Mas," jelas Anjani. "Oh, begitu." Kai mangut-mangut. Perutnya yang tadi sempat mulas mendengar pengakuan Arby kini berangsur tenang. Asumsinya beberapa detik yang lalu langsung buyar. "Sebenarnya bisa jadi suami, sih, tapi dia aja yang nggak mau," balas Arby seenaknya. "By!" Anjani memelotot lagi. "Om nggak apa-apa?"

