Dua Puluh Dua

2531 Kata

Terlepas dari keterkejutannya 'ditembak' di pinggir pantai dan tanpa kata basa-basi yang bisa ia antisipasi, dalam hatinya tiba-tiba saja Anjani ingin tertawa. Hah? Nembaknya begini doang? Gak bisa romantis dikit? Kai menatap Anjani tidak sabar. "Kamu mau berpacaran dengan saya?" Anjani tergemap. "Terima kasih atas ungkapan perasaan Mas barusan. Saya sangat menghargainya. Tapi ..." Mendengar kata 'tapi' sudah mampu membuat bara di d**a Kai padam secara perlahan. Sepertinya Anjani menolak dirinya. Apakah Anjani sedang membalaskan dendam? "Bukannya waktu itu Mas bilang gak menyukai saya, ya?" "Itu—" "Apa katamu tadi? Kamu menyukai anak saya?" Anjani terlonjak dan seketika menoleh. Jantungnya mencelus melihat Robert mendadak muncul. Mata pria itu menyipit penasaran. Entah sejak kapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN