"Lama-lama bisa serangan jantung gue kalo deket rekal terus" lanjut nya berdialog. Lalu ana masuk ke dalam kamar, untuk membersihkan diri nya. Harum rekal masih jelas ada di dekat nya, walau rekal berada di kamar sebelah. Bibir nya terus tersenyum, entah kenapa ana nyaman dengan rekal, tingkah nya , sifat nya semua ana suka apapun itu. Sore berganti malam, waktu sudah menunjukkan jam 20.00 , rekal terbangun dari tidur nya beberapa jam saja. Ia menggusar dan merentangkan tangan nya. Ia melihat jam, lalu bergegas ke kamar mandi, tak butuh waktu lama ia telah kelar dalam bersemedi di kamar mandi nya. Ia berjalan keluar kamar, dan melihat ana yang sedang tertawa melihat acara di tv. Ana menengok ketika merasa ada orang dari arah belakang nya "Kal mau kemana?" Ucap ana ketika melihat rekal de

