“Baiklah jika itu maumu, tapi jangan cemburu karena kamu yang bertanya.” Robert begitu takut melihat Dara salah paham padanya. Ia tidak mau wanita itu bersedih saat mendengarkan masa lalunya bersama dengan Rose. Dara mengarahkan pandangannya ke arah Robert. Dara tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya. “Rose bercerita tentang bunga mawar…dia menyukai mawar terutama bunga mawar merah. Rose dan mawar tidak dapat dipisahkan, dia mengetahui banyak tentang bunga itu. Kami hanya duduk berdua di sini, berpegangan tangan dan saling bercerita tentang sejarah mawar. Aku sempat merasa heran mendengarkan pengetahuannya tentang mawar yang begitu luas. Dari kecil dia adalah gadis yang mempesona, mawar kecil itu tumbuh menjadi sekumtum mawar yang sangat indah.” Robert memandang ke hadapannya dan pik

