Sebuah mobil mewah yang baru saja memasuki parkiran Basement disalah satu gedung bertingkat ,iya itu adalah mobil milik Reynald. Dia dan Shireen baru saja sampai di Apartement Reynald mereka langsung menuju lantai 38 , sampai di depan pintu Apartement Reynald langsung menekan Password untuk membuka pintu apartement yang dihuninya sudah dua tahun ini "Ceklek" suara pintu Apartement pun terbuka
" Wahh,, bagus juga Apartement nya " lirih Shireen pelan tapi tetap terdengar ke telinga Reynald yang membuat gurat senyum simpul di wajah Reynald. Reynald langsung membawa koper berwarna silver milik Shireen ke kamar utama, tak lama kemudian disusul oleh Shiren yang masuk ke kamar dan kedua matanya masih melirik kanan kiri masih mengamati seisi apartment Reynald yang memiliki nuansa maskulin dengan warna cat silver dan biru muda.
Reynald menarik tangan Shireen masuk ke walk in closet miliknya dengan membawa koper milik Shireen.
" Kamu bisa pakai lemari ini untuk menaro pakaian-pakaian kamu" ucap Reynald menunjuk ke sebelah lemari miliknya yg besar sambil menatap istrinya.
"Oke, wah sepertinya kamu orang yang mengerti fashion" ucap Reynald yang matanya menjelajahi barang-barang branded Reynald serta pakaian maupun koleksi sepatu dan jam tangannya.
"Aku ini pengusaha sukses hanya untuk membeli barang-barang seperti itu tidak masalah bagiku" ucap Reynald bangga.
"Cuih, dasar sombong" gerutu Shireen yang langsung kembali kemar.
"Aku nggak sombong itu kenyataan Reen, kamu harusnya bangga jadi suami Reynald, karena banyak wanita -wanita cantik yang ngelirik aku diluaran sana" ucap Reynald sambil mengekori Shireen kemudian ikut duduk di tepi ranjang bersama Shireen.
"Mereka ngelirik kamu karena matanya jereng kali Mas" ledek Shireen yang mulai mangambil ponselnya diatas nakas dan membuka aplikasi Instagramnya.
"Hustt enak aja kalo ngomong, akan ada saatnya kamu tahu kalo suami kamu ini orang yang paling diinginkan oleh para wanita" ujar Reynald tersenyum.
Sebenarnya tanpa harus Reynald menjelaskan dengan bangga Shireen juga tahu, bahkan sahabatnya saja tergila-gila dengan Reynald hanya saja Shireen berpura-pura tidak mengagumi ketampanan suaminya karena takutbakan besar kepala.
"Baiklah Mas Reynald, aku tunggu saat itu ya" jawab Shireen dengan nada meledek. Setelah selesai mengecek ponselnya Shireen kembali ke walk in close untuk membereskan pakaian-pakaiannya.
"Kamu mau kemana lagi?" tanya Reynald .
"Mau beresin pakaian" jawab Reynald.
"Nggak nanti aja" saran Reynald.
"Nggak ah biar besok nyantai, kan punya suami kaya jadi besok mau ajak suami kaya saya shoping" ledek Shireen.
Shireen langsung membereskan pakaian-pakaian miliknya ke lemari tanpa ia sadari Reynald masih menatapnya dari pintu walk in closet; Sesekali Shireen melirik canggung ke arah suaminya itu.
Shireen yang sedang berdiri tiba-tiba merasakan tubuh nya menegang dan kaget karena Reynald yang ia lihat tadi masih di tepi ranjang sudah ada tepat di belakang punggungnya sambil memeluk tubuh Shireen yang mungil dan tangannya melingkar di perut Shireen.
Shireen yang sedikit canggung langsung melepaskan tubuhnya dari pelukan Reynald, " Kenapa ???" tanya Reynald
" Akhh aku hanya kaget saja mas" jawab Shireen .
"Mulai saat ini kau harus membiasakan diri " perintah Reynald. kemudian dibalas dengan anggukan Shireen yang menandakan mengerti.
Tiba tiba suara ponsel Reynald berdering kemudian ia langsung keluar kamar ke arah balkon untuk mengangkat telponnya " Boss gawat boss " ucap seseorang dibalik telpon .
" Kenapa jelasin yang bener ?" tanya Reynald yg mengerutkan dahinya.
" Tadi waktu gue di Mall sama cewek gue , gue ketemu Andin dia udah balik ke Indonesia" cerita si penelepon yang tak lain adalah Evan sahabat Reynald sejak SMA dan dia juga menjabat Manager keuangan di Perusahaan Reynald.
Dengan wajah datar "Terus ???" Reynald menjawab walau hatinya masih merasa sakit dan terkejut mendengar kedatangan Andin.
"Kok terus sih Bos? tadi Andin nanya gue kabar lo Bos, gue bilang lo udah nikah kemaren , dia bilang dia nggak tahu kalo lo dah nikah, gue bilang emang lo nggak liat di internet , katanya dia nggak sempet liat ponselnya karena baru sampe dari Australia dua jam yang lalu terus mampir ke Mall nyari hadiah buat lo Bos ,kayanya dia bakal datang ke Apartement lo deh Bos " cerita Evan dengan serius dengan santai. "Yaudah " jawab Reynald yang langsung tutup panggilan telepon tersebut.
Tanpa Reynald sadari Shireen sedari tadi menatap nya dari kamar, karena pintu balkon kamar sedang keadaan terbuka "Telpon dari siapa ya serius amat tuh mukanya " tanya Shireen dalam hati.
Reynald yang sadar sedang diperhatikan langsung menghampiri Shireen. "Kalo suka bilang nggak usah diliatin terus" ledek Reynald dengan senyum simpul. "Hadehhh udah tua pedenya kebangetan" balas Shireen dengan jengah .
Reynald tersenyum mendengar ucapan Shireen.
"Oh ya kalo nanti ada perempuan datang kamu jangan cemburu ya , itu mantan pacarku dia kemari hanya merasa tidak terima saja kalau mantannya yang tampan ini sudah menikah dengan anak ABG " ucap Reynald dengan wajah datar dan menekan kata ABG ke Shireen dengan senyuman meledek.
Perkataan Reynald membuat Shireen geram " Jangan kepedean jadi Cowok, ngapain cemburu sama Om-om m***m kaya kamu" balas Shireen dengan kesal.
Reynald dengan wajah dingin langsung memegang dagu Shireen " Biar Om-om m***m gini ,aku yg udah milikin kamu " lalu melepasnya dengan kasar . "Argghhhh, sakit tau awas aja aku aduin kamu ke Papi , kalo kamu ngundang mantan kamu ke Apartement ini" balas Shireen.
" Aduin aja nggak ada yang ngundang dia kok kesini , orang dia mau datang sendiri dan bertamu, enggak mungkin orang bertamu aku tolak Shireen sayang " balas Reynald dengan senyum manisnya.
******
Gimana gimana masih mau lanjut ya tap love dulu ya. bantu aku ya biar bisa berkarya lebih baik lagi