Part 9

857 Kata
Pukul 06.00 WIB Alunan musik terdengar dari layar ponsel Shireen yang berada diatas nakas sebelah ranjang, yang menandakan alarm ponsel yang Shireen setel seperti biasa berbunyi. Shireen membuka matanya dan dia merasakan sesuatu ada yang menindih diperut kecilnya itu, betapa kagetnya ternyata tangan Reynald melingkari perutnya. Shireen mengingat kembali kejadian semalam yang membuat dia merasa kesal kepada Reynald , setelah itu dia menatap wajah Reynald yang memang jaraknya hanya satu centi meter dari wajahnya." Wahh,,dia memang benar benar ganteng tapi sayang sifatnya tidak seindah wajahnya" batin Shireen " Apa kau begitu terpesona melihat ketampanan Ku" ucap Reynald yang ternyata membuka matanya . Sebenarnya Reynald sudah bangun dari tadi saat alarm jam di ponsel Shireen berbunyi, hanya saja ia pura- pura menutup matanya saat Shireen bangun hanya sekedar ingin menjaili Shireen. Shireen yang terkejut dengar suara Reynald langsung memalingkan wajahnya ke samping . " Wajahmu membuat mata ku sakit " gumam Shireen pelan . " Ga usah ngeles kaya bajai" ledek Reynald dengan penuh senyum di bibirnya . " Terserah " balas Shireen yang langsung menarik selimut menuju kamar mandi karena dia sadar saat ini dia sedang dalam keadaan tidak memakai apapun dan karena malu dia pun langsung menarik selimut tersebut . " Apa perlu kita mandi bareng? " ledek Reynald . " Jangan coba- coba berani masuk !! awas aja kalo berani masuk. aku teriakk !! " ancam Shireen dari dalam kamar mandi. Tak lama Shireen keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian kemudian disusul Reynald untuk mandi. ***** Mereka Sarapan di Restoran Hotel milik Reynald bersama keluarga mereka sambil berbincang bincang " Kok anak Papi cemberut aja sih,,Capek ya sayang abis perang " ledek Darmawan yang memang sedari tadi memperhatikan Shireen cemberut sejak datang ke Restoran. " Iya kok kamu cemberut aja sih Reen, Reynald nggak kasar kan sama kamu? " lanjut Elina. Reynald yang masih memperhatikan wajah Shireen cemberut , langsung menyenggol lengan kanan Shireen yang sedang memegang sendok sehingga membuat sendok yang Shireen pegang terjatuh. Dan itu membuat Shireen membeliakkan matanya menoleh ke arah Reynald " Kalau ditanya Orang tua dijawab" ketus Reynald. "Enggak kok Pi , Tan eh Mam nggak apa-apa cuma Shireen lagi badmood aja nih nggak tau kenapa" ucap Shireen sambil menatap Reynald dengan kesal. Reynald hanya menggeleng - gelengkan kepalanya sambil melirik kearah Shireen. " Badmood kenapa sayang? , kan kamu udah punya Suami,kamu harus bisa mengurangi sifat kekanak- Kanakan kamu itu, kamu harus bisa belajar menjadi istri yang baik , Pokoknya Papi mau kamu berubah dan belajar menjadi istri yang baik istri yang solehah seperti Mami kamu " ucap Darmawan sambil menatap Shireen dengan mata yang berkaca-kaca ketika menyebutkan nama mendiang istrinya. " Reynald kamu juga tolong jaga dan bimbing Shireen ,kamu harus menyayangi Shireen seperti Papi menyayangi dia Papi percayakan Shireen kepada kamu" lanjut Darmawan menatap Reynald . Reynald menganggukan kepala dan berkata "Siap Pi itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Reynald untuk mendidik Shireen ". " Bagus ,Aku memang nggak salah pilih nih cari calon mantu" ucap Darmawan tersenyum. " Siapa dulu Papahnya , ohh iya sekarang Papa sama Mama mau tanya kapan kalian mau bulan madu ? Papa udah nggak sabar pengen cucu ini" tanya Sakti. Shireen langsung tersedak mendengar kata kata Papa mertuanya itu, dengan sigap Reynald langsung memberikan air putih kepada Shireen. " Aku masih mau lanjut kuliah dulu Pa" Jawab Shireen. " Iya Pa lagian kami juga tidak terlalu terburu -buru, toh kami baru saling mengenal dan ingin mempelajari sifat kami masing masing dulu Pa ,dan biarkan Shireen melanjutkan kuliahnya dulu , biar Shireen bisa mencapai apa yang ia impikan Pa " Jawab Reynald . Shireen dengan tampang melongo yang seakan terpana dengan jawaban Reynald." Ternyata dia baik juga mikirin impian gue, dan kata katanya bijak juga, tapi kan impian gue buat nikah di usia 26 tahun udah ilang gara gara lo, sabar-sabar Reen jangan cepet -cepet percaya dulu. Lo belom tahu apa yang akan terjadi besok ,dia kan sifatnya berubah- rubah kaya bunglon " umpat Shireen dalam hati. " Hemmmhh,, baiklah kalo memang mau kalian seperti itu Papa hanya ingin kalian bahagia" balas Sakti yang disetujui juga dengan Darmawan, berbeda dengan Elina yang agak kecewa karena impian ingin m segera memiliki cucu sedikit tetunda " Yahh, padahal Mama udah nggak sabar loh pengen punya cucu biar dirumah ramai nggak sepi.." ujar Elina dengan nada sedih. " Sabar mah nanti juga punya kok " jawab Reynald dengan santai. Sementara Shireen hanya diam dan fokus makan sedari tadi , Shireen memang hobi ngemil dan makan. " Oh iya Pi, Ma ,Pa rencananya aku akan ajak Shireen tinggal di Apartemen ku , sampai Rumah yang baru aku beli selesai di renovasi , karena aku mau ada privasi untuk rumah tangga ku ." izin Reynald. " Papi sih silahkan aja asal kamu bahagian Shireen " ucap Darmawan " Papa juga terserah kamu aja " balas Sakti , " Tapi kalian harus sering -sering nginep ya di rumah Mama" balas Elina. " Iya mama ku sayang" jawab Reynald dengan senyum. ********* hayy maaf ya baru update,, gimana yang suka tolong Di Tap Love ya...bantu follow juga ya ,semoga aku bisa bikin cerita yang lebih menarik lagi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN