Shireen keluar dari kamar mandi, dan sudah memakai Piyama tidur nya yang dress selutut tanpa lengan.
Shireen yang sejak keluar dari Kamar mandi hanya terdiam melihat Suaminya yang sedang asyik dengan telepon genggam nya diranjang besarnya sambil tiduran.
" Kenapa kamu diam saja disitu , kemari lah tidur ,apa kamu nggak capek setelah seharian acara resepsi kita " ucap Reynald
" Hah,, iya aku capek banget tapi aku tidur dimana?" jawab Shireen yang agak canggung denga suasananya.
"Tidur dimana?" tanya balik Reynald heran.
"Iya emangnya kurang jelas pertanyaanku"tanya Shireen kesal.
"Kamu itu kan istri aku ya kalo mau tidur kasurlah disamping aku, tapi kalo kamu nggak merasa jadi istri aku kamu boleh tidur di sofa atau di luar" ucap Reynald ketus.
"Yaampun segitunya , perasaan aku cuma nanya deh" jawab Shireen sambil berjalan ke arah kasur.
"Pertanyaanmu tidak berbobot Shireen" balas Reynald.
"Nggak usah bawa bobot , berat" sindir Shireen.
"Terserah kamulah Reen" jawab Reynald.
"Mas, kamu jangan macam-macam yah kita tidur satu kasur tapi tangan jangan ngegerayang loh" ancam Shireen pada Reynald.
Reynald tersenyum senang dalam hati saat Shireen memanggil namanya dengan sebutan Mas.
" Aku mau ngegerayang atau telanjangin kamu juga itu hak aku, dan kewajiban aku untuk kasih kamu Nafkah batin" ucap Reynald tersenyum .
" Nggak usah kasih nafkah batin juga nggak apa-apa , nafkahinnya pake uang aja yang banyak buat shoping Mas" celetuk Shireen membuat Reynald kesal hingga menyentil kening Shireen.
"Aww sakit mas, baru hari pertama udah KDRT nih" cibir Shireen.
"KDRT kalo ngomong sembarangan cuma nyentil aja KDRT, lagian kamu kalo ngomong asal-asalan masa nggak usah kasih nafkah batin nanti aku yang dosa" jawab Reynald.
" Yaudah yang dosa kan kamu bukan aku, biarin aja" beo Shireen kembali.
"Capek Reen kalo bicara sama kamu, udah sini tiduran aku mau peluk kamu aja" ucap Reynald yang langsung menarik tubuh Shireen kedalam pelukannya.
Shireen terkejut atas perlakuan Reynald, ia mau berusaha berontak tapi dihatinya meras nyaman mendapatkan pelukan dari Reynald.
"Udah nggak berontak lagi" ledek Reynald yang mulai merasakan tubuh Shireen diam tidak bergerak-gerak.
" Capek gerak -gerak juga pasti kalah jadi diem aja deh" ucap polos Shireen.
" Yaudah bagus kalau begitu jadi istri penurut ya cantik" ucap Reynald tersenyum dan mengecup pucuk kepala Shireen dalam pelukannya.
" Shireen..." Panggil Reynald lirih.
" Iya kenapa " dengan santai Shireen menjawab
" Kamu tau kan tugas seorang istri di malam pertama apa ???" tanya Reynald..
Shireen yang sebenarnya terkejut dan merasa agak takut dengan perkataan Reynald berusaha mengalihkan perhatian nya.
" Hmmm aduhhh , aku capek banget Rey, eeh Mas , bisa nggak diundur dulu tugasnya" jawab Shireen dengan santai.
"Enak aja diundur, nikahin kamu aja aku percepat masa malam pertamanya diundur" jawab Reynald.
"Ya salah siapa pernikahanya dipercepat, bukan kemauan aku loh itu, bahkan kalian nggak pernah nanya konsep seperti apa yang aku suka" keluh Shireen.
"Itu kemauan Papi kamu Shireen, Papi bilang dia mau ada urusan bisnis bulan depan jadi dia minta diajuin pernikahannya " ucap Reynald.
Tapi tanpa aba-aba dari Reynald , dia langsung menarik tubuh Shireen yang memang mengganggu pikirannya selama ini dari pertemuan pertama mereka kedalam pelukannya membuat Shireen terkejut.
" Tugas kamu nggak bisa di undur,,aku paling nggak suka Pekerjaan yang ditunda tunda, apalagi dalam hal seperti ini" bisik Reynald di telinga Shireen.
membuat Shireen merasakan geli dan merasakan nafas dan aroma tubuh Reynald yang maskulin itu.
" Kok kamu maksa banget sih Rey ups Mas? dalam pernikahan kan nggak boleh maksa- maksa kalo istrinya belom siap" protes Shireen.
" Aku nggak maksa, aku cuma minta tanggung jawab kamu aja sebagai Istri Shireen sayang" jawab Reynald.
"Eh tanggung jawab apaan emangnya kamu aku apain , ngaco kamu mas aduh tidurnya nggak usah deket-deket gini sih mas geser dikit tau itu kasurnya masih lega loh" gerutu Shireen yang mulai mendorong tubuh Reynald ke sebelah kasur yang masih luas.
"Ikhh kamu bawel sama ngegemesin banget sih Reen, tanggung jawab itu tugas kamu sebagai istri ,ini tuh malam pertama kita Reen , kalo kamu mau jadi istri Solehah dan penurut itu harus patuh sama suami, lagian kalo nolak kemauan suami tuh dosa Reen" jawab Reynald yang tangannya mulai menggerayangi tubuh Shireen.
"Ikhh geli tau mas"
" Hmmm baiklah kalo mau kamu memang begitu, aku hanya ingin belajar menjadi istri yang penurut tapi janji ya jangan kasar soalnya yang aku dengar kayanya malam pertama itu sakit tau" jawab Shireen.
"Good Cantik, nggak kok aku nggak kasar aku bukan tipe pria yang suka kasar sama wanita Shireen, percaya sama aku " bisik Reynald yg tersenyum manis.
Lalu ia langsung mencium bibir Shireen yang mungil itu dengan lembut, dan disambut oleh Shireen hinga mereka saling melumat bibir masing-masing
Tak lama kemudian tangan Reynald mulai masuk kedalam piyama Shireen dan menjamah kedua gunung kembar shiren dengan lembut .
Desahan demi desahan Shireen Dan Reynald membuat malam pertama mereka sangat panas, ditambah setelah Reynald berhasil membobol kesucian Shireen dan pelepasan akhir dari Reynald.
"Kau sempurna ,sayang".bisik Reynald di telinga Shireen lalu mencium pucuk kepala Shiren.
" Iya mas" .jawab Shireen lemas tanpa ada senyum ,karena dirinya sedang menahan rasa sakit atas pembobolan mahkotanya oleh Reynald. " Sempurna- sempurna, lu nggak ngerasain aja sakit yang gue rasain, untung lu ganteng Rey seenggaknya gue lepas keperawanan gue sama cowok ganteng" batin Shireen terkekeh.
Reynald pun terus menggempur Shireen berkali-kali sampai pagi.
***Gimana gimana masih kepo Ama kelanjutan Reynald dan Shireen ga???
kalo masih kepo follow terus yah... masih kejar target nih biar bisa bikin cerita yang trending dan bagus....