Hari pertama dinas
Minggu pertama dinas aku dapat jadwal praktek sore. Karna paginya kami masih kuliah. Sebenarnya jadwal praktek kami agak mepet karna seharusnya di akhir bulan Maret nanti kami harus mengikuti ujian Mid semester. Jadinya ya gitu, pagi kuliah dan sekitar jam 2 siang kami sudah harus berada di rumah sakit.
Begitu jam terakhir usai, kami pun berhamburan keluar ruang kelas menuju rumah atau kos-kosan tempat kami tinggal, tuk bersiap-siap pergi dinas ke rumah sakit. Kalo' udah kayak gini jadi keinget sama anak ayam yang kehilangan induknya. Hehehe... Karna kami berangkat dinas masing-masing pribadi, bukan seperti Akper-akper yang memang disediakan alat transportasinya.
Aku kuliah di salah satu universitas di Medan, dengan jurusan DIII Keperawatan. Maunya sih yang S1, tapi apalah daya otakku tak menyanggupinya ketika ujian jalur SNMPTN.
Niat hati sih dari awal inginku kuliah jurusan Kebidanan, tapi lagi-lagi nasib tak berpihak baik padaku. Aku kalah disaat pengukuran tinggi badan. Hehehe... Beginilah nasib orang semekot, kalo yang orang Medan pasti tau kepanjangannya. Hahaha...
Tapi bukan berarti aku pendek kali yaaa... NOooo... Tidak-tidak. Tinggiku cuma kurang 1 cm aja kok, tuk menggenapi angka 150 cm. Sepele emang, tapi yaaa gitu, namanya juga sudah standarisasinya begitu dari sononya, aku mah apa atuh. Jiaaaaaahh hahaha...
Back to the topik, aku pun mulai bersiap tuk pergi dinas. Bangga dong rasanya bisa pakek baju dinas putih-putih melati Ali baba. Hahaha...
Namanya perawat ya pakek baju putih-putih duuuuunnnngggg. Kalo' hitam putih mah ada di TV. Hehehe... Atau gak biasanya kalo' kami pakek baju hitam putih itu ya mau ujian.
Okaaayyyy... Setelah siap beberes aku langsung meluncur ke pinggir jalan buat nyetop angkot yang akan membawaku ke tempat tujuan, yaitu rumah sakit. Dan bego'nya aku malah gak tau mau naek angkot apa? "Oaleee... kok lupa tadi nanya naek angkot apa ya? Ini gimana mau berangkat kalo' gak tau arah dan tujuannya mau kemana". Sambil nepok jidat aku ngomel-ngomel gak jelas di pinggir jalan, untung gak ada yang denger, kalo' ada yang denger apa gak udah diteriaki orang gila' aku.
Gak lama ada lewat satu angkot dan kelihatan di dalamnya salah satu penumpangnya si Tria. Tria manggil doooonnngggg... "Buuukkkk...". Berhentilah si angkot tadi, tiba-tiba muncul satu kepala dari celah jendelanya. "Ayok buk, nanti telat kita" Ternyata kepala si Tria yang nongol barusan sambil manggilin aku. Tanpa mengulur waktu aku pun langsung berlari menuju angkot tadi dan naik serta duduk tepat di sebelah si Tria.
"Ngapain kau tadi berdiri-berdiri disitu kayak orang paokk? Gak tau kau kan mau naek angkot apa?" Tanyanya sambil tertawa.
"Baru mau niat nelpon kau aku tadi loh buk, tetiba dah nongol aja kau kan sama angkotnya" Kami pun sama-sama tertawa, menertawakan kebodohann yang ku alami.
Sambil cerita ngalorr ngidull akhirnya sampek juga kami ditujuan dengan selamat sentosa. Dengan tidak membuang waktu lagi kami pun bergegas menuju ruangan tempat kami dinas hari ini. Maklum dinas hari pertama itu rasanya deg deg serrr gituuu, karna masih belom tau apakah yang akan terjadi selanjutnya nanti. Masih anak bawang, jadi masih takut dong.
Begitu sampai di ruangan kami diarahkan untuk terlebih dahulu menyimpan tas kami, lalu lanjut absen perorangan dengan dipanggilnya nama kami satu persatu. Diruangan ini aku lihat ada sekitar 8 orang yang berpakaian sama dengan ku, tapi beda institut.
Setelah absen kami diberitahu apa-apa saja yang akan kami lakukan diruangan ini. Karna nama ruangannya Anak, berarti sudah jelas pasiennya pun terdiri dari anak-anak. Aku yang notabenenya suka dengan anak-anak, jadi gak masalah laaahhhh rasaku.
"Buk, ke dalam kita yok liat pasiennya. Perkenalan gituuu" Ajak si Tria.
"Ayok" Ku ikuti langkahnya masuk ke dalam ruangan.
"Ngomong apa kita buk sama pasiennya? Anak-anak gini semuanya, ditanya-tanya pun gak ngerti" Bisiknya padaku.
"Ayoklah, kan ada mamaknya itu. Ya sama mamaknya lah kita tanya-tanya" Jawabku padanya yang masih kebingungan lirik sana-sini. "Kesian kan Tri kalo' liat pasien yang anak-anak gini. Dah lah sakit, diimpus gitu apa gak makin nangis anaknya?" Bisikku.
"Ya namanya di rumah sakit buk, ya harus diinfus pasiennya. Kalo' gak mau diinfus dirumah ajalah ngerawatnya, gak usah dibawa ke rumah sakit" Omelnya padaku.
"Hehehe..." Aku cuma cengengesan disampingnya. "Adek itu napa ya? Yok kita tanya-tanya yok buk" Ajakku.
Sambil tersenyum manis kami pun menghampiri salah satu pasien. Dengan sok akrabnya kami pun berkenalan dahulu kepada si ibu pasien, lalu setelah itu mulailah sesi tanya jawab yang akan kami buat nanti sebagai laporan kepada dosen yang bertanggung jawab pada mata kuliah Keperawatan Anak.
Setelah dirasa cukup perkenalannya, kami pun undur diri pada si ibu pasien karna anak si ibu yang menjadi pasien sudah mulai gelisah. Namanya juga anak-anak, kalo' dah sakit pasti tambah manjanya. Gak usah kan anak-anak, yang wong tuekk aja bisa jadi anak-anak tingkahnya kalo' dah sakit. Betol apa betuuullll...??
Karena menurut yang sudah aku pelajari disaat orang lagi sakit itu bukan cuma tubuhnya yang merasakan sakit, tapi hatinya juga jadi lemah. Lemah bukan berarti lesu lunglai, tapi lemah disini kamsudnya butuh perhatian lebih dari orang-orang terdekatnya, dari perhatian-perhatian itulah nanti menjadi penyemangatnya tuk sembuh seperti sedia kala. Ck...ck..ck.. Pande juga rupanya anak mamak ini loh ternyata. Hehehe...
Pokoknya gak sia-sialah mamak and ayah kuliahkan aku mahal-mahal, rupanya masih ada yang bisa ku serap ilmu itu walaupun gak banyak-banyak. Sikit pun kalo' ilmu namanya apa gak bermanfaat juga nanti itu samaku??. Lah iya doooonnngggg...
Karna kami dinas sore, dinas sore itu waktunya dari jam 2 siang sampek jam 8 malam, pasiennya pun jam segini banyak yang tidur, jadinya kami melipir ke samping ruangan. Sampek disamping rupanya dah rame anak yang dinas pada kumpul. Ikutlah duduk-duduk kami disitu. Kami tengok ada yang satu universitas sama kami kuliahnya, cuma kakak-kakak itu kayaknya ngambil jurusan Ners nya.
Gak enak kan kalo' kumpul diem-diem baek?? Dengan sok berani aku nanya sama kakak-kakak tadi. "Kak, orang kakak anak USU juga? Sok ramah awak ya kan. Hehehe...
Dengan lirikan tajamnya dia jawab "Gak kau tengok rupanya lambang kampus kita sama? Nanya pulak lagi" Jawabnya ketus.
Aku sama si Tria cuma pandang-pandangan sambil meringis, dalam hati ngomong "Sombong kali bah kakak ini. Mungkin karna dah si kakak_an dia, makanya sombrong".
Gak lama bersuara si kakak tadi "Klen baru dinas kan?" Tanyanya.
Ku tolehkan kepala ngeliat si kakak tadi sambil bergumam "Iya kak".
Setelah itu keluarlah pesan-pesan dari si kakak tadi "Klen yang baru dinas, baek-baek klen. Pande-pande klen lah ambil hati pasien sama kakak pagawai, biar dapat nilai bagus klen, dek"
"Awal-awalnya memang susah klen rasa dek, tapi nanti lama-lama dah biasa klen dah enak. Besyukur klen dinas pertama kali gini jumpa sama kami yang kakak_an kelien, jadi bisa nanya-nanya klen kan sama kami. Kalo' kami dulu gak ada dek, merabaalah kami sendirian. Cari tau sendiri" Ucapnya panjang lebar. Dan kami hanya bisa nyengir and manggut-manggut mengiyakan.
"Baek juganya kakak ini" Dalam hatiku. "Soalnya tadi jutek kali pertama kali ngomong dia, sampek takooottt aku".
Dari omongan si kakak tadi, jadinya berlanjut ke cerita-cerita gimana perjalanan mereka selama dinas di beberapa tempat. Jadi akrab deh selanjutnya. Walaupun kadang masih campur-campur jutek si kakak tadi ngomongnya, kami maklumin ajalah kan. Manataunya yang memang seperti itu si kakak kalo' ngomong, kita kan gak tau, namanya baru kenal.
Tak terasa matahari sudah mulai hilang ditelan gelapnya malam. Kami pun mulai bersiap-siap tuk kembali ke peraduan, tuk menghilangkan segala kepenatan yang hinggap di tubuh dan bathin selama satu hari ini.
Begitu jam pergantian dinas menunjukkan pukul 8 malam, kami pun bergegas pulang menuju rumah atau kos-kosan masing-masing. Karna kos ku satu arah dengan kosnya si Tria, kami pun pulang bersama menaiki angkot dengan tujuan yang sama searah kos kami.
"Pinggir bang" Ucapku pada si supir. Kalo' di Medan biasa gitu bilangnya ke pak supir, kalo' di tempat klen sana apa weee??? Hehehe...
"Tri, aku luan yaaa... Ati-ati kau" Ujarku pada si Tria.
"Iya buk, kau pun langsung tidor buk biar besok pagi bisa bangun pagi pergi kuliah" Jawabnya.
"Otayy..." Satu jempolku, ku tunjukkan padanya.
Begitu sampai di kos aku pun mengisi asupan energiku dulu dengan makan, walaupun jamnya sudah lewat jam makan malam karna sampai di kos jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Baru setelah itu waktunya menyegarkan badan. Biarlah mandi malam-malam awak kan, namanya yang baru pulang dari rumah sakit, rumahnya orang-orang sakit.
Sehabis mandi dan pakai baju, barulah merebah raga ini ke peraduan. Aaahhhh... Nyamannyaaa... Tak lama sang mimpi pun menjemput. Sebelumnya jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur, katanya biar mimpi indah dan gak di gangguin sama yg aneh-aneh. Hiiiyyyy...
Oiya, dari awal dah ngalorr ngidull sampek kemana-mana malah kita belom kenalan ya kan???
Namaku Aida Fitri(19tahun). Cukup 2 kata itu doang, gak panjang-panjang. Hehehe...
Sekian dulu lah ya weee... Dah lelah hayati ini gaeeesss. Ingin rasanya segera bermuara ke pulau kapuk.