"Saya harus pulang, terima kasih untuk servisnya malam ini." Bima bergegas turun dari ranjang lalu memakai pakaian satu persatu, tubuhnya sedikit membungkuk untuk mengambil ponsel yang tergeletak di atas tempat tidur. Sella hanya menatap lelaki yang baru saja melewati pergumulan bersamanya itu dengan tatapan tak rela. Kenapa semua harus berakhir sedangkan dia belum puas menikmati malam bersama bosnya. Cup! Bima mengecup bibi Sella yang terus menatapnya. "Aku pulang, kunci pintunya jangan sampai kamu membawa lelaki lain ke sini. Atau aku akan memecatmu dan membuangmu ke planet lain," ancamnya dengan suara lembut. Namun tatapan matanya seolah membenarkan kata kata tadi. "Saya bukan w************n, Pak. Saya ngga akan membawa lelaki lain ke kamar ini. Bapak lelaki pertama dan terakhir ya

