"Jika hatimu lelah, bermunajatlah dalam keheningan malam, luapkan semua kesedihan kekecewaanmu dalam sujud disepertiga malammu. Karena hanya pada malam Itu hatimu akan tentram sesudahnya." **** Tengah Malam Hilya terjaga dari tidurnya. Dia melihat raut wajah Ibu mertuanya yang sepertinya terlihat sangat lelah. Dia jadi rindu Ayah dan Ibu kandungnya. Sudah lama sekali dia tidak menjenguk makam kedua orang tuanya. Dia sangat rindu kepada orang tuanya. Tapi, mungkin ini cara Allah mempertemukan dengan Halimah, sosok yang baik persis seperti Ibu kandungnya. Lemah lembut tidak pernah membeda-bedakan mana yang namanya anak ataupun menantu. "Makasih, Bu udah hadir di hidup Hilya. Hilya bangga punya mertua baik kayak Ibu." Setelah dia berbicara sendiri kepada Ibunya dia bangun dan

