"Jika memang rezeki sudah pasti tidak akan tertukar." **** Beberapa Bulan kemudian akhirnya Hilya hamil sesuai keinginannya. Walaupun mereka masih selalu berdebat masalah kehamilan Hilya. Reyhan masih sama dengan perasaan was-wasnya mengetahui Hilya hamil. Tapi, melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah bahagia istrinya membuat dirinya juga tidak tega mengatakan bahwa dia sangat takut Hilya hamil. Bukan takut karena apa melihat perjuangan Hilya melahirkan Elisa dulu membuat Reyhan tidak mau Hilya merasakan hal itu lagi. "Ngapain sih kamu jadi pendiem gitu. Kamu enggak seneng aku hamil apa??" ucap Hilya melihat ke suaminya. "Enggak, Hil. Aku seneng kok," jawab Reyhan mengelus kepala Hilya. "Tapi, muka kamu kayak enggak seneng gitu lihatnya." "Enggak kok. Kamu kan kebi

