“Berhentilah berpura-pura seolah kamu selalu melindungi kami bertiga! Kenyataannya adalah selalu saja kamu yang menciptakan masalah! Mulai dari Kaito yang dipukuli teman kelasnya sampai akhirnya sekarang kami berdua dicap buruk oleh wali kelas kamu! Lalu gimana kalo wali kelas kamu itu sampe cerita yang jelek-jelek tentang kami ke orang lain, hah?!” teriak Mama. Papa cepat-cepat bangkit dari sofa. “Mama.” Dia memegang pundak Mama, memintanya agar tetap tenang. “Kamu seneng ‘kan, hah?!” lanjut Mama. “Ma, pelankan suaranya. Jangan sampai Kaito kebangun.” Papa memperingati. Ren ketakutan melihat Mama yang biasanya tenang lalu mendadak penuh emosi seperti ini. Jadi, apa kesalahan yang dia lakukan sebesar itu hingga membuat Mama tampak berbeda dari biasanya? Mama pasti sangat marah, pik

