Hukuman

1627 Kata

Raut wajah Mama yang tadinya semringah kini perlahan menjadi bingung dan tidak menyangka. “Kok bisa sampe Minami nggak terima kamu?” “Iya, Kai. Harusnya kemungkinan Minami terima kamu itu besar,” sambung Papa. “Tapi pasti ada kemungkinan kecilnya juga, Pa, dan kemungkinan kecil itulah yang berlaku tadi.” Papa dan Mama kembali saling melempar pandang. “Terus kenapa kamu keliatan baik-baik aja? Ya, Mama bukannya berharap kamu jadi murung gara-gara penolakan itu. Tapi, seenggaknya pasti ada walau hanya sedikit kekecewaan dan itu harusnya terlihat dari raut wajah kamu. Seperti biasa, kamu nggak pernah bisa sembunyiin perasaan kamu sedikit pun,” kata Mama. “Yap. Mama emang bener. Aku juga tadinya emang kecewa. Aku nggak nyangka Minami masih bersikeras nolak. Tapi, saat Minami pergi dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN