Siang itu setelah ujian berakhir, Ren tak langsung pulang ke rumahnya. Dia masih harus masuk ke ruang guru untuk memenuhi panggilan wakil kepala sekolah. "Permisi," ucap Ren sembari mengetuk pintu ruang wakil kepala sekolah. "Siapa?" tanya seseorang dari dalam. "Ren." Ren masih diam di luar ruangan yang pintunya tertutup itu karena tak mendengar respon apapun dari dalam setelah dia menyebut namanya tadi. Tidak lama kemudian, seseorang membuka pintu. Itu Ibu Kiara. "Ayo, Ren. Silakan masuk," kata Ibu Kiara. Ren mengangguk sedikit lalu berjalan di belakang Ibu Kiara dan masuk ke ruangan yang suhu ruangannya cukup rendah itu hingga mampu membuat bulu kuduk beberapa orang merinding karena saking dinginnya. Ren yang masuk langsung bisa menghirup udara yang segar dan sejuk di sana.

