Chapter 23 - Mabar

1117 Kata

***** "RAMAAA!!!" seruan penuh semangat dari Shella menusuk telinga pemuda itu seketika. Walau sebenarnya Shella tidak tahu Rama kemari untuk join atau betulan sekedar minta pulsa, tapi dia tetap senang orang yang diharap-harapkan betulan datang. “Lah, emang pulsa lu kenapa?” “Nggak cukup buat nelpon. Saya kira bakal pulang sore, eh ternyata malah pulang awal. Jadi, kalau nggak ditelpon saya bakal nunggu lama di sini.” Bagus! “Ya udah diem dulu aja di sini, Ma. Sambil nunggu juga apa salahnya.” Alif meliriknya. Memincing dan seringai penuh makna di wajah, membuat Shella ingin menempuk muka itu dengan tangannya. Rama berpikir sejenak. Dan, jawaban yang dikeluarkan setelahnya adalah kata tidak. Shella berusaha membujuk orang itu, dibantu dengan Ami, Asti, dan Rahma, yang memang benar-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN