Chapter 22 - Belajar(?)

1081 Kata

**** Mentari masih memancarkan sinar hangatnya. Berbaik hati membiarkan para manusia yang lewat di bumi sana melakukan aktifitasnya dengan nyaman. Pukul sembilan, belum banyak orang-orang yang melintasi jalanan. Tetapi, beberapa orang lainnya sudah sibuk dengan kewajibannya masing-masing. Seperti Shella dengan segenap kawan-kawannya yang sibuk mencari asupan untuk mengisi perut di waktu istirahat mereka. Hari Sabtu, hari libur, menjadi hari di mana siswa yang mendapat jadwal baru berupa pembelajaran tambahan—alias pemantapan—harus bersusah payah mencari makanan, karena tidak ada penjual yang mengisi kantin hari itu. Untunglah, pihak sekolah berbaik hati membukakan gerbang, sehingga mereka bisa berbondong-bondong mencari setidaknya secuil roti atau sebutir cilok di sana. Seperti biasa, S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN