***** Kebersamaan yang begitu indah. Satu sisi yang berbunga-bunga. Rasa yang rasanya hanya akan jadi mimpi belaka Kini nyata tepat di hadapan mata Apakah hanya untuk kali ini saja? Akankah berlanjut hingga waktu yang tak dapat ditentukan? ***** Bagaikan mimpi yang rasanya tak mungkin untuk terjadi. Kini Shella berdiri dengan gamang di hadapan seorang gadis kecil berambut ungu dengan zirah perak dan tombak di belakang tubuhnya. Karakter Toram Shella yang lebih tinggi darinya, membuat situasi ini jadi sedikit lebih rumit. Di real life, lalki itu yang menjulang tinggi bak tiang listrik tiap berdriri di sampingnya, kini sebaliknya. Sedetik, Shella merasa benar-benar bangga. Sekaligus geli dengan Rama yang memilih loli, anak kecil perempuan, sebagai original character-nya. Nqr

