Chapter 18 - Gajah India

1155 Kata

***** Berharga? Apa yang begitu berharga? Benda pemberian? Ya. Dan, anak itu yang memberikannya padaku, Rama. Apakah itu sesuatu yang bagus? Apakah itu sesuatu yang spesial? Maka jawabannya adalah ya, tapi tidak juga. ***** Di tengah kecemasan dengan iringan degup d**a yang penuh irama ketakutan, Shella tiba-tiba teringat sesuatu. Oh, iya! Kuenya mana? “Dev, kuenya mana? Kok belum datang?” Deva menggeleng. “Nggak ada kabar juga di grup kelas. Masa belum jadi sih kue yang dipesan.” Shella berpikir keras di antara ketegangan yang menyusup ke sela-sela batinnya. Ia sudah tak tahan berada di kelas yang rasanya semakin menyempit ini. “Dev, keluar yuk!” “Eh, boleh emang?” “Bilang aja we ijin ke toilet. Ayo! Kau mau diem di sini terus ngederin si ibu ngomel!?” Shella benar. Kalau De

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN