***** Tempat yang biasanya menjadi sarangku untuk melepas kepenatan, kini malah sama buruknya dengan ruang yang penuh dengan atmosfer menyesakkan. Aura pekat menguar, meliputi pandangan hingga membuat kepalaku berdenyut kesakitan. Waktu di mana selalu aku habiskan untuk bercanda ria dengan teman-teman, kini dihabiskan dengan menyendiri di luar atau mengasingkan diri dari kerumunan. Waktu ekskul kala itu, tidak semembahagiakan seperti biasanya. Masalah internal yang dihadapi, masalah kecil itu, sebesar itu pengaruhnya terhadap yang lain. Dan, kala itu, ada yang menyadarinya. Seseorang yang begitu pengertian, seseorang yang bahkan tidak aku sangka akan memberiku tempat untuk meluapkan segalanya. ***** Lorong-lorong tidak terlalu sepi, tetapi juga tidak terlalu ramai. Murid-murid beberap

