**** Akhirnya, suara itu kembali terdengar. Menjawab semua tanda tanya. Saling terbuka Saling mengulurkan tangan Lalu, semuanya, kembali dengan senyuman **** Bayangan orang dan pohon di samping Shella mulai mengarah ke arah timur. Motor-motor yang terparkir di tempat tak jauh dari mereka mulai menampakkan celah-celah kosong di antaranya. Angin sepoi menerpa kulit kedua gadis yang masih asyik berbincang di tempat yang sama selama satu setengah jam. “Deva bener-bener nggak ngasih penjelasan ke kamu? Sampai sekarang?” Ami mulai terlihat tidak sabar. Gemas karena selama di cerita Shella tadi, Deva hanya bungkam dan bungkam, diam tak berucap, bagaikan patung hidup dengan wajah cemberutnya. Shella menyahut, “Ya nggaklah! Alhamdulillah-nya sih nggak sampai bertahun-tahun Deva diam. Akhir

