Tubuh kekarnya memeluk tubuhku dan mengusap ujung kepalaku dengan sayang,
Pria ini mencoba menenangkan perasaanku,dan mau berbagi rasa sakit itu denganku,mambuat perasaan ku sedikit menghangat karnanya,
Ia memelukku ku hingga aku tertidur dalam dekapannya, entah mengapa aku merasa sangat nyaman bersamanya,meskipun mataku terpejam aku merasakan benda kenyal menyentuh bibirku menberikan kecupan ringan yang mengantarku dalam buaian mimpi,
"Selamat malam sayang,have a nice dream my sweety"
~°~°~°~°~°~°~°~
Sinar mentari pagi menyusup dari celah gorden,bulu mata lentik itu mulai bergerak menandakan si empunya tersadar dari tidur panjangnya,kelopak matanya mulai terbuka membiaskan cahaya agar masuk dalam manik hitam sepekat malam,
Ia tersadar ada sebuah lengan kokoh yang melingkari perutnya,dan melihat siapa pemilik lengan tersebut,
"Dave.."
Ucapku melihat pemandangan pagi hari yang membuat mataku tercekat.
Wajah tampannya sangat mengagumkan dan terlihat manis saat ia tertidur,aku melirik phonselku yang tergeletak di atas nakas,
Masih pukul tujuh pagi,aku menurunkan lengan pria di sampingku ini,dan saat aku keluar dari selimut tebal itu
Baru aku sadari, aku hanya mengenakan kemeja putih yang mencetak jelas gundukan buah dadaku,dan wow aku tidak lagi memakai daleman
Seketikan aku memekik
"Kaka dave...APA YANG KAU LAHKUKAN PADA KU!!!!!!!!!!!!!!!
aku kembali ke atas ranjang dan menggoncang tubuh atletis itu..
"Hyaaa..bangun..bangunn kak..bangun..."nada kasal menyelimuti raut wajah ku
"Ke..napa sihh pagi pagi udah ribut ribut.."ucapnya dengan mata yang masih terpejam
Aku menjatuhkan tubuhku di atas tubuh saudaraku itu berniat untuk menggodanya,dan tanpa babibu matanya seketika dengan ajaib terbuka dengan sempurna
Ia menatap ku yang masih duduk di atas perut telanjangnya,aku menggerakkan jariku di atas d**a bidangnya dengan gerakan gerakan melingkar,
Dan sukses membuat deru nafasnya semakin memberat manik matanya mulai menutup kembali sepertinya ia sangat menikmati permainan jariku ini,lihatlah wajah saudaraku itu sudah mulai memerah seperti kepiting rebus
Seketika tawaku pecah,
"Hahaha..kakak lagi h***y ya..hahaha rasain salah siapa ngerjain aria wheeek!!"sembil menjulurkan lidahku aku berlari memasuki kamar mandi.
Dave menelfon layanan apartemennya menyuruhnya membeli pakaian kerja sekaligus dalaman dan bra ukuran 36B,
FLASHBACK ON
pria itu memeluk wanitanya yang sedang terguncang hebat,
Tangan kekar itu selalu membelai suri coklat itu dan sesekali mencium puncak kepalanya dengan sayang,
"Tak apa sayang,aku disini semua pasti akan baik baik saja"ucap pria itu di sela tengkuk wanita itu
Dan tak perlu menunggu berapa lama wanita itu tlah hilang di buai mimpi,
Melihat jejak air mata yang hampir mengering,membuatnya menggertakkan rahangnya,
Aku akan membalas perbuatan mereka yang tlah menyakiti wanitaku.
Pandangan mata pria itu menatap miris ke tubuh sang wanita,
Lihatlah make up yang luntur penampilan yang acak acakan dan tubuh yang basah,
Seketika membuat dave menelan berat salivanya,meskipun begitu bukankah dia sangat menggoda fikirnya,
David pov
Melihat nya tidur dengan pakaian basah membuatku tergerak untuk mengganti pakaiannya,
Aku berlari menuju walk in closet,
mengacak acak dengan frustasi celana jeans itu pasti kebesaran untuknya dan t shirt ini juga kebesaran untuknya,
Jadi ia mengambil kemeja putihnya ini adalah pilihan terakhir,dia melihat tubuh rapuh yang terbaring di atas ranjang
Tangannya bergetar saat akan membuka kemeja basah wanita itu yang membuatnya dapat melihat bra berwarna hitam yang tercetak jelas,
Ia menelan salivanya, mencoba mengembalikan akal sehatnya,
Satu demi satu kancing pun terbuka dan mempertontonkan buah d**a yang masih terbungkus dengan bra hitam yang juga sama basahnya,
di bukanya kancing bra yang teryata ada di depan, dan menyembullah buah d**a yang menggairahkan dengan p****g merah muda kecoklatan milik aria,sesaat ia mengagumi betapa indahnya tubuh saudaranya itu,oh tuhan sampai kapan kau akan menyiksaku seperti ini,bisiknya dalam hati
Setelah tubuh atasnya telanjang kini ia beralih pada celana jeans aria,
Ohh mann..kaki jenjangnya pasti sangat menggodamu bisik sang iblis yang ada dalam otak dave,
Kancing celana itu mulai di lepasnya dan menurunkan perlahan celana jeans basah itu dan ternyata tak semudah yang ia duga celana ini sulit untuk di lepaskan,ia berusaha dengan selembut mungkin agar tidak membangunkan aria.
Sukses menurunkan celana panjang gadis itu, kini tubuh aria sudah bugil hanya tersisa cd nya,
"Damnn,siall umpatnya kenapa kau bisa tumbuh menjadi wanita yang sangat menggoda sayang"
Dan tanpa ia sadari si junior yang ada di bawah tidak dapat berkompromi lagi,
Dave membelai buah d**a ranum itu, menyapu dengan lidah basah nya, dan mulai meremasnya secara perlahan,
Ohh siall aku tak bisa menahannya lagi,
Dave masih setia mencumbu d**a aria,dan membenamkan wajahnya di antara dua bukit kembar itu,
Desahan aria membuatnya menghentikan aksinya itu,
Saat ia menatap lekat wajah gadis itu,ternyata matanya masih terpejam,
"Ternyata kau menikmatinya sayang"
Ucapnya,sembari mencium. Benda kenyal berwarna soft pink yang di sebut bibir itu
Hanya satu kata yang terucap di sela ciumannya "MANIS.."
Bibirnya seperti candu bagiku
Perlahan namun pasti ia menelusuri perut rata aria,sembari mengecup kecil di sela ciumannya pada pusar aria yang ternyata di tindik,
Tatapan dave berubah seperti orang kelaparan,
Dave mengangkat paha aria serta membukanya lebar lebar hidung nya mencium k*********a aria yang masih di tutupi celana dalam berwarna senada dengan branya,
Baunya sangat memabukkan membuatnya ingin memiliki gadis itu seutuhnya,
Ia menarik tali cd aria yang ada di samping,ia terpampanglah kemaluan aria yang di tumbuhi sedikit rambut halus,
Jemarinya membelai titik sensitif aria membuat garis dari atas kebawah dan mulai mencium serta menjilat kemaluan aria tanpa jijik,menurutnya ia malah sangat menyukai hal tersebut
Matanya masih terpejam tapi lenguhan serta deru nafasnya mulai tersengal menandakan aria terserang gairah yang mulai menjalar pada tubuhnya dan tanpa sadar ia telah o*****e,cairan bening membanjiria area sensitivnya itu
Dave tersenyum puas akan keadaan aria saat ini,dan masih melanjutkan aksinya,hingga ia tersadar dari aksi gilanya itu,
"Hentikan bajingan..kau hampir menyetubuhi wanita yang tak sadar,dia sedang tidur dave..hentikan semua itu sebelum kau menyesali segalanya..."ucap sisi baik yang masih ada dalam otakku
Aku memakaikan kemeja itu pada aria, perlahan aku mengancingkan semua kancingnya,dan membaringkan tubuhku di samping tubuh nya, ku lingkarkan tangan ku pada perut ratanya dan mengikutinya ke dunia mimpi.