"Ayo," Binar tersentak, saat Tara meraih pergelangan tangannya, kemudian menariknya pergi dari keriuhan orang-orang yang masih bergemuruh, menyemangati dua orang yang tengah saling mengayunkan pukul*n di atas arena pertandingan. Binar ingin melempar tanya, kemana Tara akan membawanya? Sayang, ragu yang mengusik membuatnya memilih bungkam. Dan hanya mengunci rapat bibir, saat wanita itu menggiringnya memasuki sebuah pintu ruangan yang cukup jauh hingga pendengarannya tak lagi bisa menangkap keriuhan orang-orang. Saat pintu terbuka, ada beberapa orang yang berada di sana, mengalihkan perhatian mereka untuk menatap Tara yang melempar cengiran. "Astaga Ra, lo kemana aja sih? Lama bener? Katanya beli obat di apotek. Belinya di Dubai apa gimana?" Seorang wanita berambut cepak dengan tindikan

