Luka Lama - 16

2086 Kata

"Panasnya sudah turun." Suara sang Nenek yang tertangkap pendengaran, membuat Binar mengalihkan atensinya yang sejak tadi tertuju pada Dyra yang tampak terlelap.  Mengangguk samar, Binar merapikan beberapa helai anak rambut di wajah sang Mama. Memberi kecupan di kening, sebelum kemudian bangkit dari duduknya di pinggir tempat tidur untuk menuju sang Nenek. "Ayo makan dulu, Nenek sudah siapkan makan malam." Berdecak pelan, Binar meraih salah satu lengan sang Nenek, memeluknya, sembari mengajak keluar dari kamar sang Mama. Tak ingin membuat tidur wanita itu terusik. "Kan aku bisa bantu, kenapa Nenek siapkan semuanya sendiri?" Binar tak pernah suka jika Neneknya terlalu sibuk mengurusi pekerjaan rumah. Selagi ada dirinya, sebisa mungkin sang Nenek tak perlu repot-repot. Sudah cukup, wanit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN