BRAK! Menutup kasar pintu mobilnya, Binar mengempaskan diri di kursi depan kemudi. "Sial*n! Sial*n! Ares brengs*k! Sial*n, akh!" Mengacak rambut dengan frustrasi, tapi peduli membuat penampilannya kian awut-awutan, Binar memukul-mukul setir mobilnya dengan kesal. Membayangkan jika setir mobil yang tengah dipukulnya adalah wajah pria paling mengesalkan yang pernah ia temukan, selama dua puluh lima tahun hidup di bumi. Menyugar rambut, dengan napas tersengal-sengal, Binar menyandarkan punggung pada sandaran jok mobil yang berada di belakangnya. Menengadahkan kepala, gadis itu berusaha memungut sisa-sisa ketenangan yang sempat tercecer saat berhadapan dengan Ares. Dari semua makhluk bernama pria, yang menghuni planet bumi, kenapa Patricia harus memilih Ares sebagai kekasihnya? Baru mencob

