Binar mengernyit, merasa terusik dan membuatnya yang baru saja terlelap merasa tak nyaman. Tunggu! Rasanya, ada yang ganjil di sini. Tapi apa? Membuka matanya yang memberat. Binar mengerjap-ngerjapkannya beberapa kali. Mencoba menyesuaikan pandangannya yang masih memburam. Terlebih, dengan keadaan sekitarnya yang tampak temaram. Sejenak, Binar terdiam dengan posisi yang masih sama. Berbaring menyamping. Ini bukan kamarnya di apartemen Tara. Meski pandangannya terbatas karena pencahayaan yang remang-remang, ia masih bisa mengenali. Mencangkul ingatan, apa yang sebenarnya terjadi? Binar akhirnya ingat, jika dia memang belum berada di apartemen. Usai pertandingan yang melelehkan dan menguras tenaga. Binar nyaris langsung pulang, ingin segera membersihkan tubuh yang sudah penuh den

