"Mama Dona ada, Bik?" Saat pintu di depannya terbuka, memperlihatkan sosok wanita paruh baya yang menatapnya cemas, Binar segera melempar tanya. "Ada Non, di ruang tengah, Nyonya masih nangis." Mengucap terima kasih, Binar segera masuk ke dalam. Berderap cepat menuju tempat Dona. Dan, di sana wanita paruh baya itu berada. Terduduk di sofa dengan kepala tertunduk dan bahu bergetar. Isak tangis lirih masih bisa tertangkap pendengaran Binar. Membuatnya segera mendudukkan diri di samping Dona—membuat wanita itu tersentak dan mengangkat kepala, hingga memperlihatkan wajah basahnya. "Bi?" "Ma," tak banyak bicara. Binar merengkuh Dona. Mengusap lembut punggungnya dan membiarkan sosok yang sudah ia anggap layaknya ibu sendiri—kini menangis terguguk dalam dekapannya. "M—Mama salah, A—Ares mar

