Patricia mengigit pipi bagian dalam, berusaha untuk menahan diri agar tak mengeluarkan umpat*n. Sial*n! Dia bangun pagi-pagi, mempersiapkan diri secntik mungkin agar bisa membuat Ibu dari kekasihnya terkesan. Tapi sekarang, apa yang ia dapatkan? Menahan rasa mual dan pusing dari aroma bawang merah yang kini tengah ia potong dengan bentuk tak beraturan. Patricia menoleh kearah gadis yang sempat diperkenalkan padanya. Tampak luwes di depan penggorengan dan sama sekali tak gentar pada percikan minyak yang membuat Patricia memilih mengurus bagian potong-memotong, alih-alih berurusan dengan minyak panas yang bisa saja melukai kulit mulusnya. Sayangnya, Patricia salah. Meski mencari bagian yang ia anggap mudah, tetap saja ini menyiksa. Tangannya bisa kasar karena menggenggam pisau. Belum lag

