Luka Lama - 28

2013 Kata

Baiklah, Dendra harus lebih menebalkan kesabaran. Mungkin sang putri masih berduka akan kepergian Mamanya, jadi bersikap seperti ini padanya. Mengais ketenangan yang tersisa, Dendra berusaha untuk tak lagi terpancing emosi. Dia ke sini bukan terlibat perdebatan dengan Binar.  "Papa tidak bisa lama-lama di Jakarta, karena masih harus mengurusi pekerjaan di Jepang." Senyap, tak ada respon dari Binar yang hanya diam dengan pandangan yang menatap lurus kearah pagar.  Apa putrinya benar-benar berharap ia segera melangkah ke sana? "Bi?" Kali ini, panggilan Dendra mendapat respon dari Binar yang menoleh kearahnya. Hal yang cukup disyukuri pria itu. "Bagaimana, kalau kamu ikut Papa ke Jepang? Melanjutkan sekolah di sana?" Ucapan sang Ayah yang menuduhnya menelantarkan Binar, kadang bergentaya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN