Suara pintu yang terbuka dengan kasar mengalihkan perhatian Ares dari berkas yang tengah dibacanya. Mengangkat pandangan, Ares mendengkus, mendapati sesosok pria yang tengah bersedekap tangan diambang pintu ruang kerjanya. Menutup kasar berkas yang belum selesai dibaca, Ares menumpukan kedua sikunya di atas meja dengan jari-jarinya yang saling bertautan, menatap datar tamu tak diundang yang mengusik ketenangannya. "Begini cara lo masuk ke ruangan orang lain? Apa lo lupa caranya untuk bersikap sopan? Ah, atau makhluk kayak lo memang nggak pernah diajarkan sopan santun dan lebih suka bertindak bar-bar?" Berdecak, pria itu mengayunkan langkah memasuki ruangan Ares, menulikan pendengaran dari semua kata-kata tajam yang diarahkan padanya. Tanpa permisi, pria itu duduk di kursi kosong yan

