"Ya ... Sebentar!" Menyeret langkah menuju pintu depan sembari mengucek mata, Tara menutup mulutnya dengan kepalan tangan saat menguap. Astaga ... Ini baru jam lima pagi, siapa yang bertamu ke apartemennya? Ah, jangan bilang Sofi? Apa wanita berambut hijau itu baru pulang dari Club dan berniat menumpang tidur di apartemennya lagi? Ck! Jika iya, akan Tara mintai uang, hitung-hitung membayar tumpangan. Biar saja Sofi misuh-misuh. Salah sendiri, kenapa wanita itu kadang bertamu tak tau waktu? Sayangnya, dugaan Tara salah. Bukan wanita berambut hijau bernama Sofi dan berstatus sebagai sahabatnya yang saat ini berdiri di ambang pintu. Tapi— "Aunty!" —gadis kecil yang meronta-ronta dalam gendongan sang Ayah dan menjulurkan tangan kearah Tara, memintanya beralih gendongan. Mengerjap, Tara

