Tara ternganga, garpu yang terlilit spaghetti nyaris masuk ke dalam mulut, tapi akhirnya tertahan di udara, saat tatapannya jatuh pada sosok yang membuatnya mengerjap tak percaya. "Bi?" Panggil Tara pelan, sembari meletakkan garpu yang masih terlilit spaghetti, yang akhirnya tak jadi ia makan. Karena ... Sesuatu yang lain jauh lebih menarik perhatiannya. Binar yang di pandangi intens oleh Tara menjadi kikuk, berdeham canggung, gadis itu berjalan menuju meja makan, tapi baru beberapa langkah, kakinya tergelincir dan nyaris tersungkur mencium lantai, andai tak sigap berpegangan pada kepala kursi dan bisa menyeimbangkan tubuh dengan cepat. "Bi! Lo nggak apa-apa?" Berdiri dari tempat duduknya, Tara meninggalkan sepiring spaghetti yang baru dinikmati dua kali suapan. "O—oh, nggak kok Kak, j

