"A—Aduh! Duh! Bi! Pelan Bi, pelan, sakit." Binar memutar bola mata, menatap drama dari pria yang duduk di atas karpet berbulu sembari bersila. Di sampingnya, wanita paruh baya yang merupakan asisten rumah tangga di kediaman ini hanya bisa meringis, merasa canggung karena anak majikannya sejak tadi berteriak kesakitan. "Ini sudah pelan, Mas Ares." "Tapi Bibi tekan-tekan, sakit." "Namanya diurut ya ditekan, Mas. Kalau cuma sentuh biasa namanya diusap." Berdeham untuk menyamarkan rasa geli yang membuatnya ingin meledakan tawa. Binar menaikan satu alis mata saat pria itu—Ares, membalas tatapannya dengan sengit. Menggerakkan bibir tanpa mengeluarkan suara, Binar mengucap satu kata yang membuat kemarahan Ares padanya kian melejit, "lemah." Ucapnya dengan seringai mengejek. Sebagai seoran

