"Kak?" Suara Binar membuat Tara mengalihkan pandangan yang sebelumnya fokus pada piring berisi sarapannya pagi ini. "Hm?" Bergumam karena mulutnya masih menggembung penuh nasi goreng, wanita itu mengangkat satu alis mata dengan wajah penuh tanya. Melepas sendok yang sejak tadi dikulum, Binar mengendapkan rasa yang sejak tadi merongrong. "Aku jadi artis cocok nggak?" "Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Menepuk-nepuk dad*, Tara bergegas meraih gelas berisi air putih yang berada di samping piringnya. Meneguk rakus hingga isinya tandas. Terengah, wanita itu meletakan kembali gelas yang kini dalam keadaan kosong. Sebelum beralih menatap Binar yang hanya bisa meringis. "Gue kebanyakan kasih micin di nasi gorengnya ya?" Mengerutkan kening dengan wajah bingung, Binar menunduk, menatap nasi goreng buatan Tara

