Delapan tahun kemudian .... RED! RED! RED! Seruan itu terdengar riuh, di d*minasi teriakan untuk melempar dukungan pada wanita yang tengah menatap nyalang lawannya yang kepayahan berdiri, tapi masih enggan untuk mengakui kekalahan. Gadis dengan wajah tertutupi topeng merah itu menarik sudut bibirnya, membentuk senyuman yang memantik emosi lawannya karena merasa diremehkan. Dengan sisa tenaga yang dimiliki, wanita yang memiliki tinggi dan berat yang jauh lebih besar dari gadis bertopeng merah itu menggeram, sebelum kemudian menerjangnya dengan menyeruduk bagian perut. Membuat gadis itu terdorong hingga diujung ring. Berusaha melepas kuncian tapi tubuhnya justru terangkat ke udara. Membuat para penont*n terkesiap dan kian riuh. Wanita itu berteriak, sebelum kemudian membanting tubuh g

