“Kita mau ke mana?” tanya Leya yang baru sampai di lantai satu usai berganti pakaian. Vian yang sedang duduk di ruang keluarga sembari membalas email dari kliennya pun menjawab, “Jalan-jalan aja. Ada tempat yang pengen kamu datengin, gak?” Leya menggeleng pelan. Sama sekali tidak terpikirkan dalam benaknya ke mana tempat yang bisa ia kunjungi berdua dengan Vian. Bahkan saat ini pun ia setuju untuk pergi karena rasa bersalahnya pada Vian. “Ya udah kita cari makanan aja kalo gitu,” ujar Vian seraya beranjak dan mengantongi ponselnya di saku celana sebelah kanan. Mereka pergi berdua tanpa ditemani oleh supir. Leya masih bertanya-tanya ke mana Vian akan membawanya, tetapi mulutnya tidak berniat untuk mengatakannya. Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang dan melewati jalanan yang cukup

