Leya langsung pergi ke kamarnya setelah tiba di rumah. Vian mengikutinya dan hendak masuk ke dalam kamar. Namun, Leya menahannya agar tidak masuk. “Saya capek, mau tidur,” ujar Leya dengan wajah malasnya. Vian mengangguk pelan dan mengerti alasan di balik tingkah laku Leya. “Ngobrol sebentar, mau? Gak lama kok,” pinta Vian yang enggan membiarkan masalah berlarut terlalu lama. Leya menghela napas dan mengangguk. Diizinkannya Vian masuk dan duduk bersama di sofa. Leya terus menundukkan kepala, ia enggan menatap wajah Vian yang sudah membuatnya begitu kesal dengan apa yang terjadi selama di perjalanan pulang. Flashback on. “Kita udah lama loh gak minum bareng. Leya juga udah cukup umur, kan?” ujar Vanny lagi seolah dia tahu segalanya. “Gue udah lama berhenti minum, Leya juga gak boleh m

