Chapter 030

1547 Kata

“Aku gak ke mana-mana kok. Kamu gak perlu khawatir,” ujar Vian seraya meletakkan ponselnya. Leya mengangguk pelan. Memang benar Vian ada di sisinya, tetapi ucapan terakhir Vanny terdengar mencurigakan. “Kalo boleh saya— mmm, kalo boleh aku tau; sebenernya hubungan kalian sedeket apa?” “Cuma temen, gak lebih,” jawab Vian begitu yakin. “Mmm, Kakak pasti orang yang humble banget, jadi banyak temennya,” ujar Leya yang masih belum bisa mempercayai ucapan Vian. “Ada yang bikin kamu gak nyaman? Bilang aja, biar gak jadi salah paham,” ujar Vian, ia bisa melihat ekspresi wajah Leya yang berubah setelah panggilannya terputus. Leya sudah merasa kecewa, padahal ia belum mendengar penjelasan dari Vian. Bahkan terlintas perasaan menyesal karena sudah mencoba untuk menerima keberadaan Vian di sisiny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN