"Fan, sekarang lo pulang bareng gue kan?" Tanya Nada pada Fanya yang sedang membereskan buku-bukunya. "Mmm.... gimana ya Nad... gue.." "Ayo pulang." Ajak seseorang. Fanya dan Nada menoleh secara bersamaan kearah suara. "Devan?" Panggil Fanya kaget. Nada mengerucutkan bibirnya kesal. Pasalnya hari ini Fanya tidak jadi pulang bersamanya. "Ayo." Devan menarik pelan tangan kekasihnya, dan yang ditarik hanya menurut pasrah. "Maaf ya Nad, gue pulang duluan." Pamitnya, kemudian berlalu pergi. "Ihh, lagi-lagi ditinggal. Kenapa si nasib kejombloan gue kek gini amat?" Gerutu Nada. Fanya dan Devan sudah sampai ditempat parkir, dan Devan juga sudah mengendarai motornya. "Naik." Fanya mengangguk kemudian ia menaiki motor Devan. "Mau main dulu ga?" Tanya Devan setengah berteriak agar Fanya d

