"Yaampun Fan, ini siapa yang ngacak-ngacakin kelas kita?" Tanya Nada, matanya terbelalak melihat kelasnya yang sudah sangat berantakan. Fanya melihat kelasnya yang berantakan dengan tatapan biasa. Ia tak terkejut sama sekali, karena dirinya lah yang pertama kali melihat kelasnya seperti ini. Yang jadi permasalahannya itu Fanya tidak bisa melihat dengan jelas orang yang membuat kelasnya seperti ini. Tapi satu hal yang ia yakini, bahwa pelaku itu masih termasuk siswa harpbang. Fanya berjalan memasuki kelas, mengambil tasnya yang sudah tergeletak dilantai. Setelah didapat, ia langsung memeriksa isi tasnya. Beruntung sipelaku tidak mengobrak-abrikan isi tasnya, jadi semua barang termasuk dompetnya masih utuh. "Coba aja kalo tadi gue ga kabur dulu." Gumamnya sembari membawa tas. "Woy cepe

