"Akhirnya selesai juga." Kata Devan sembari menyeka keringat diwajahnya. Ia berjalan menuju tempat istirahat yang disediakan panitia untuk Tim basketnya, lalu beralih mengambil sesuatu didalam tasnya. "Farel ngapain nelpon gue?" Gumamnya heran. "Iseng kali ya ni anak?" Gumamnya lagi, namun ketika Devan akan memasukkan handphone kedalam tasnya, benda pipih itu berbunyi. Devan pun mengurungkan niatnya untuk memasukkan handphone nya, lalu melihat ke layar handphone Dan ternyata kekasihnya itu menelponnya. Senyuman tipis yang sangat bermakna itu pun terbit menghiasi wajah Devan. "Halo Fanya?" Kata Devan semangat. "Halo Dev hikss.... Dev tolong aku hiks... ak-aku disekap." Senyuman itu hilang seketika ia mendengar tangisan yang menyakitkan dari sebrang telponnya. "Fanya kamu kenapa? Ka

