Part 42

1105 Kata

Satu sendok makan obat bius sudah Drean campurkan diminuman yang sedang ia buat. Perlahan tapi pasti, bubuk obat bius  sudah larut dalam minuman dingin itu. Drean sudah antusias untuk memberikannya pada gadis yang sedang duduk diruang tamu.  *** "Ka Fanya kemana si? Udah jam 7 malem belum pulang juga. Mana telpon ga diangkat" Ucap Farel sambil mondar mandir. "Ah elah... Kenapa ga gue telpon  Devan ya?"  Langsung saja Farel mengambil handphone yang ada di atas meja belajarnya. "Lah, ko ga diangkat si?!" Rutuk Farel kesal. Setelah beberapa kali Farel menelpon Devan tetapi tak juga diangkat, akhirnya ia putuskan untuk menelpon Nada. "Halo ka?" "Halo "Kenapa Rel? Tumben nelpon" "Ka, gue mau nanya, Ka Fanya sama lo ga?" "Lah? Bukannya udah Lo jemput." "Jemput apaan? Gue gaada jemput

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN