Mata Fanya yang tadinya terpejam perlahan mulai membuka karena sinar matahari yang menerobos masuk kedalam jendela kamarnya. Namun ketika Fanya sudah setengah sadar, ia merasakan ada tangan kekar yang melingkari pinggang rampingnya. Ia pun mengubah posisi tidurnya dengan membalikkan badan hingga kepalanya menubruk d**a bidang seseorang. Fanya pun mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah orang tersebut. Namun siapa sangka ternyata yang memeluknya sedaritadi adalah Devan. "Aaaaaaaaaaa..." teriak Fanya histeris yang langsung berusaha melepaskan pelukan Devan. Namun Devan dengan cepat mengeratkan pelukannya itu agar Fanya tak bisa bergerak lagi. "Devan lepasin!" "Devan, lo ngapain di kamar gue?!" Ujar Fanya sambil meronta-ronta agar Devan bisa melepaskan pelukannya. "Tidur." Jawab Devan

