Ruangan yang dominannya berwarna putih, serta terdapat gorden berwarna hijau dan tak lupa aroma obat yang sangat menyeruak di hidung setiap manusia yang menempatinya ini kini menjadi tempat dimana Devan berbaring. Setelah kejadian buruk yang sudah menimpanya dan gadis kesayangannya itu. Sudah 2 hari Devan belum sadarkan diri. Hingga sekarang yang sudah menginjak hari ke 3 tepat sekali jam 12.00 matanya dapat terbuka meskipun secara perlahan. Saat membuka matanya, pertama kali yang ia lihat adalah sosok wanita dan pria paruh baya yang terlihat begitu sedih dengan matanya yang begitu sembab. Siapa lagi kalau bukan orangtua Devan. "Devan, kamu sudah sadar nak?" Wanita paruh baya itu mengucapkan kalimat itu dengan penuh kelembutan. Devan hanya mengedipkan kedua matanya, karena untuk berbic

