Akhirnya setelah menunggu, Sienna kini berada di ruangan Harsa. Sementara suaminya itu berdiri di depan pintu bersama dengan Angga. Pandangan Harsa tertuju pada Angga yang nampak menanti. "Memangnya kamu tidak sibuk? Masih berdiri di sini terus." Angga pun membalas tatapan atasan. "Saya ingin menyerahkan ini, Pak." Dokumen yang ada di tangan membuat Harsa langsung meminta. Namun, Angga hanya diam dengan mata saling pandang. Harsa menghela napas. "Maksud kamu apa, Angga? Bukankah kamu datang untuk menyerahkan dokumen padaku?" "Benar, Pak." "Lantas, kenapa kamu seperti tidak ingin menyerahkannya?" Angga membisu mendengar Harsa yang terlihat tidak senang. "Bukankah Bapak harus membacanya di dalam ruangan? Bagaimana pun ini dokumen penting." Alasan itu membuat Harsa mulai mengerti.

