Setelah masuk ke dalam mobilnya, Indra berpikir sejenak, "Apakah yang ku lakukan ini salah? Meninggalkan istriku yang sedang menangis?" serunya dalam hati. Namun hati nurani nya telah tertutupi oleh emosi yang semakin membara di dalam jiwanya. Indra benar-benar merasa kesal kepada istri saat ini. Pria itu pun mulai melajukan mobilnya meninggal area apartemen. Namun ditengah-tengah perjalanan, Indra merasa hampa saat mengemudikan mobilnya menuju kantor, jalanan pagi yang biasanya memberikan kesejukan, kini terasa sunyi. Suasana dalam mobil seakan mencerminkan kekosongan yang dirasakannya setelah meninggalkan Yana di apartemen sendirian. Pemandangan di sekitarnya seolah berbicara tentang kekosongan di hatinya. Kursi kosong di sebelahnya menjadi saksi bisu atas ketidakhadiran Yana yang bi

