Menangis Seharian

1100 Kata

Dinding apartemen terasa dingin saat Yana mendapati dirinya sendiri, ditinggalkan oleh kepergian Indra ke kantor. Suasana hening dan kesendirian merayap di setiap sudut, menciptakan ketidakberdayaan yang membuatnya terduduk di sofa. Pandangan kosongnya tertuju pada pintu yang baru saja ditutup rapat dengan sangat keras oleh suaminya. Tangis lembut Yana memecah keheningan, mencerminkan kekecewaan dan kesedihan yang tak terduga. Dengan setiap air mata yang jatuh, dia merasakan kehilangan yang mendalam. "Kenapa Indra malah meninggalkan ku sendiri?" gumamnya sendu, mencoba meredam rasa sepi yang memenuhi hatinya. Seiring waktu berjalan, ruang tamu yang biasanya penuh tawa dan kehangatan bersama Indra menjadi saksi bisu dari patah hati Yana kali ini. Dia berusaha memahami semua nya, akan te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN