SRENG..SRENG..SRENG..
Suara itu terdengar dari arah dapur membuat nenek Rendra terbangun dan keluar kamar
menuju dapur.
"Loh le masak opo yah meneh?tanya nenek Rendra pada cucu nya yang sudah
menyelesaikan masakan nya dan menata nya ke dalam piring
"Yo masak sarapan toh mbok ta gaweke sego goreng, wes mbok tampung dahak sek
mandi, subuhan abis itu kita sarapan sama sama perintah Rendra pada nenek nya
yang sedang berdiri disamping meja makan
"Ohiyo lali aku rung nampung dahak yo,Loh emang iki wes subuh toh le?
"Uwes mbok,mbok kesiangan wes jam setengah enam iki mbok
"Ealah yowis ta tampung dahak mari ngono ta mandi subuhan sek kata nenek Rendra
sambil berjalan ke arah kamar untuk mengambil penampungan dahak setelah nya dia
bergegas ke kamar mandi
Rendra menyiapkan sarapan dan menata piring nya di meja makan.Nenek Rendra sudah
selesai dari shalat subuh nya kembali ke dapur untuk sarapan.
"Tumben le wes tangi yah meneh ono opo?
"Loh kan si mbok arepe berobat toh kata Rendra sambil menyuap nasi ke dalam mulutnya
"Iyo yo yowes bapakmu neng ndi le?
"Bapak wes ke ladang tadi jam 4 an wes bangunin aku mbok mangkane daripada aku turu
meneh mending aku ta mandi subuhan masak ben ra kesiangan ke klinik nya jawab Rendra
sambil memakan suapan terakhir makanan nya
"Iyo coba tiap hari ngono le kata nenek nya sambil cekikikan
"Ngeledek aku yoo, wes enteni nang ngarepan kono mbok aku ta ambil helm sek neng
mburi kata Rendra sambil merapikan makanan mereka yang sudah habis
"Iyo le turut nenek nya
BRUM..BRUM..BRUM...
Suara motor Rendra berbunyi
"Pegangan mbok,wes ra ono seng keri toh? Tanya Rendra meyakinkan nenek nya
"Iyo le jawab nenek nya yang duduk dibelakang Rendra sambil berpegangan tangan pada
kaos Rendra
"Yowes Bismillahirahmanirahim ujar Rendra samnbil melajukan motor nya
Sesampainya diklinik Rendra dan nenek nya langsung menuju ke loket laboratorium
untuk menyerahkan sampel dahak.
"Permisi mba saya mau anter sampel dahak kata Rendra sambil menyodorkan tempat dahak
ke petugas laboratorium yang sedang duduk didepan komputer loket
"Iya mas ditunggu aja ya hasil nya kurang lebih 2 jam nanti langsung ke sini aja ya
serahin bukti pengambilan nya ke sini kata petugas sambil mengambil sampel dari
tangan Rendra dan menukarkan dengan selembar kertas pengambilan hasil untuk Rendra
"Iya mba makasih jawab Rendra
"Makasih ya mba timpal nenek Rendra
"Iya sama sama mas , bu jawab petugas
"Iki mbok pegang kertas e aku ta ke rontgen ambil hasil si mbok enteni kene ae yo
Perintah Rendra sambil memberikan kertas pengambilan hasil laboratorium
"Iyo le turut nenek nya sambil menyimpan kertas ke dalam saku baju nya
Rendra bergegas berjalan ke ruangan Radiologi untuk mengambil hasil rontgen
nenek nya.
"Permisi mas saya mau ambil hasil ini sudah ada belum ya tanya Rendra sambil
menyerahkan kertas pengambilan hasil ke petugas
"Iya silahkan tunggu dulu ya mas saya carikan dulu kata petugas mengambil kertas
yang diberikan Rendra
"Iya mas
Sambil menunggu hasil Rendra duduk melihat Tv berukuran 32 inch berwarna hitam
yang berada tertempel di dinding dekat loket yang jarak nya tidak jauh dari tempat
duduk Rendra.Tiba tiba ada yang memanggil nama nya sambil menepuk pundak nya
dari samping kanan
"Hoy Ren panggil seorang perempuan berparas cantik berkulit putih bersih dengan
tinggi kurang lebih 155 cm berpakaian jas putih dokter
"Eh maaf siapa ya? Tanya Rendra yang kaget karena ditepuk pundak nya
"Ih mosok lali karo aku sih Jawab perempuan itu sambil duduk disamping kanan
kursi Rendra
"Sopo yo lali aku tenan sopo sih tanya Rendra sambil mengerutkan jidatnya dan
menatap perempuan yang disamping nya
"Ya Allah Ren aku loh tika ndelok en nametag nama ku iki jawab perempuan itu sambil
menunjuk nametag nya yang tertempel di jas bagian d**a sebelah kanan
"Oalah tika toh manglingi rek kata Rendra sambil tersenyum
"Iyo tambah uuayyu toh aku kata Tika sambil membentuk huruf ceklis dengan tangan
nya dan menempelkan nya di dagu
"Iyo uuayu bedo karo mbiyen wes ireng dekil meneh hahahaha kata Rendra dengan nada
meledek
"Eh gateli kon kata Tika sambil memukul pundak Rendra khas dengan logat medok nya
"Hahaha awakmu wes dadi dokter neng kene toh tik? tanya Rendra
"Iyo,awakmu gek ngopo neng kene? tanya Tika
"Ngenterke si mbok berobat tik jawab Rendra
"Lah sakit opo si mbok?
"Nyonya Sunjiatun panggil petugas Radiologi
"Ohiya mas jawab Rendra sambil beranjak dari tempat duduk nya ke loket
"Ini mas kembali ke dokternya ya
"Iya makasih ya mas kata Rendra sambil mengambil hasil nenek nya
Rendra kembali berdiri ke tempat duduk Tika
"Tik aku ta ke dokter paru sek yoh
"Eh sek njalok nomer mu lah ben iso nostalgila eh nostalgia heeheeh
"Iyo iyo ki nomer ku 087823545XXXX Misscall en ae engko ta save
"Iyo iyo jawab tika sambil menyimpan handphone nya ke dalam saku jas setelah
menyimpan no Rendra
"Yowis yo tik Rendra berjalan bergegas meninggalkan Tika
"Iyo sahut Tika tersenyum sambil melambaikan tangan pada Rendra yang lama lama
bayangan badan pria bertubuh tinggi berpakaian kaos abu abu memakai topi hitam
dan mengalungkan tasnya ke sebelah kiri sambil memegang hasil rontgen ditangan
kanan menghilang dari hadapan nya.
Rendra menghampiri nenek nya yang sedang duduk menunggu nya daritadi didepan lab
"Suwe men sih le ono masalah opo?Tanya nenek Rendra
"Engga ono mbok cuman tadi petugas golek i hasil le seng suwe eh pas lagi nunggu
ketemu si Tika mbok jawab Rendra berdiri didepan neneknya sambil mengatur nafas
karena tadi berjalan terburu buru
"Tika anak e pak lurah?
"Iyo mbok,piye wes ono hasil lab nya? Tanya Rendra
"Uwes iki le ta pegang garek ngenteni kowe ae iki jawab neneknya
"Yowes ayo ke dokter re ajak Rendra
"hayo kata nenek nya sambil beranjak dari tempat duduk nya
Mereka sudah ada di dalam ruangan dokter menyimak penjelasan dokter yang sedang
menjelaskan hasil rontgen nenek Rendra yang tertempel pada sebuah layar berlampu
terang berwarna putih untuk membaca pantulan lembaran sinar Xray hasil rontgen
"Jadi,di gambaran paru-paru ibu berkabut menandakan ada nya kuman atau sebab lain
Kata dokter yang memberi penjelasan sambil menunjuk daerah paru-paru nenek Rendra
di layar
"Terus nenek saya sakit apa dokter? Tanya Rendra yang berusaha menyembunyikan
rasa khawatir
"Kalau dilihat dari hasil laboratorium nya seperti nya nenek mas terserang kuman
TBc mas
"Itu kuman apa dokter? Tanya nenek nya
"Itu kuman yang menyerang bagian paru-paru sehingga menimbulkan gambar kabut pada
rontgen ibu.Ini pengobatan nya selama 6 bulan ya kata dokter sambil menuliskan resep
obat
"Penyebab nya apa ya dokter? Tanya Rendra
"Penyebab nya beragam yang paling sering karena udara sirkulasi dirumah kurang
bagus dan lembab sehingga kuman betah tinggal di sana, ini tidak boleh terputus
sehari pun ya bu lewat sehari diulang minum obatnya 6 bulan lagi dari awal
"Iya dokter uhuk huk uhuk kata nenek dengan nada lesu yang batuk tertutup masker
"Iya ini resep nya ditebus ke apotik setelah itu bisa pulang istirahat kata dokter
sambil menyerahkan resep obat ke Rendra
"Kalau begitu Terimakasih dokter penjelasan nya kata Rendra sambil berjabat
tangan dengan dokter
"makasih dokter kata nenek menambahkan
"Iya sama sama nanti kalau obat nya sudah tinggal 2 kontrol lagi ya bu kata dokter
"Iya siap dok kata Rendra
Krek...
suara pintu ruangan dibuka dan tertutup kembali.Raut Wajah Nenek Rendra tampak lesu.