Pertemuan Pertama
Sore ini cuaca begitu cerah.Seorang gadis remaja duduk termenung di teras depan rumahnya.
Dia adalah Nada Fellicia gadis remaja berusia 17 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas.
Gadis itu melihat sekeliling tempat barunya yang terasa begitu asing baginya, ya dia baru saja pindah dari tempat lamanya dan akan menetap di tempat itu karena mengikuti kedua orang tuanya yang pindah tugas.
"Tinggal di komplek seperti ini sepi sekali, tidak terlihat orang lalu lalang seperti di tempat lamaku," gumam gadis itu sambil melirik ke sana kemari.
Nada duduk di teras sembari memperhatikan lingkungan sekitar rumah itu.Suasana yang sepi dan orang-orang yang terkesan cuek membuat Nada sedikit sulit beradaptasi.
Di tempat tinggal lamanya orang-orang selalu saling menyapa setiap berpapasan, di sana juga sangat ramai dan menyenangkan.
Sedari tadi Nada hanya terus bicara pada dirinya sendiri sambil memperhatikan sekitar, berharap bisa mengusir kebosanan yang melanda.
Sebenarnya Nada sangat sedih karena harus berpisah dari teman-teman di tempat lama nya, tapi mau bagaimana lagi ia harus ikut kedua orang tuanya yang pindah tugas ke kota ini.
"Hey,kamu baru pindah Ya?" Ucap seorang pemuda membangunkan lamunan gadis itu.
"Iya, Kak, maaf kalian datang dari mana?" Tanya Nada heran, dua pemuda itu entah dari mana munculnya tiba-tiba sudah berada di hadapannya.
"Hemm kenalin Yoga dan ini temanku Edo." Pria itu mengulurkan tangan dan Nada menyambut uluran tangannya.
"Nada!" Jawab Nada singkat.
Sekilas ia menatap ke arah laki-laki yang bernama Yoga.Tampan, manis dan sopan.Itulah kesan pertama yang Nada lihat dari dirinya.
Kemudian mereka saling berbincang cukup lama.Nada bertanya ini dan itu tentang daerah sekitar tempat barunya kepada mereka berdua.
Nada sedikit cerewet karena banyak yang ingin ia ketahui, maklum tempat itu terasa asing baginya dan ia tidak tahu apapun di sana.
Salah satu dari mereka adalah anak ketua RT di komplek itu.Kebetulan dalam waktu dekat akan ada acara tahunan.
Biasanya mereka mengajak setiap remaja komplek untuk bergabung dan membentuk panitia untuk acara tahunan tersebut.Yoga juga mengajak Nada untuk ikut berpartisipasi.
Dengan senang hati tentu saja Nada mau bergabung selain untuk mengisi waktu kosong ia juga ingin mempunyai teman di tempat barunya.
Akan sangat membosankan jika tak memiliki teman bukan?
Nada terbilang gadis yang mudah bergaul dengan siapapun tak heran jika mereka langsung akrab meski baru bertemu pertama kali.
Setelah beberapa lama mereka mengobrol di liihatnya jam yang melingkar di pergelangan tangan, ternyata sudah menunjukan pukul 17.45 sore.
Kedua laki-laki itu pamit untuk pulang karena sudah terlalu sore.
"Yaudah, Nad, udah mau magrib nih kita pamit dulu ya, seneng bisa berkenalan dengan orang seperti kamu, asyik di ajak ngobrol," ucap Yoga.
"Oh iya rumahku yang itu deketan kita," sambungnya.
Pria itu menunjuk salah satu rumah yang memang tidak jauh dari tempat tinggal Nada, hanya terhalang oleh sebuah taman kecil dan beberapa pohon saja.Sehingga masih bisa terlihat sangat jelas jika di lihat dari rumah Nada.
"Oke Kak, makasih ya udah nemenin ngobrol, aku juga seneng jadi gak terlalu sepi di sini," ucap Nada dengan senyum mengembang.
"Iya sama-sama, nanti kapan-kapan kita ajak yang lain ngumpul di sini boleh kan?" Tanya Yoga tersenyum ramah.
"Emm bolehlah gak papa malah seneng jadi banyak temen," ujarnya antusias.
"Ehh tulis nomer kamu dong biar gampang kalau ada apa-apa," ucap Yoga lagi sembari mengulurkan ponsel ditangannya kepada Nada.
Nada mengangguk dan menerima ponsel tersebut, setelah selesai menuliskan nomernya Nada memngebalikan ponsel itu.
Tak lama kemudian mereka sudah berjalan jauh menghilang dari pandangan, Nada masuk dan membersihkan diri lalu bergegas menyiapkan makan malam bersama ibunya.
Selesai makan malam ia kembali ke kamar dan merebahkan diri di atas tempat tidur berukuran single bed miliknya.
Triing. . .
Pesan masuk
Nada bergegas mengambil ponsel untuk membaca pesan yang masuk
"Hey Nad udah tidur?" Ternyata pesan dari Yoga
''Hah dia langsung chat,'' gumamnya, dalam hati.
Nada jadi senyum senyum sendiri entah kenapa sepertinya ia merasa senang menerima pesan dari pria itu.
Pedahal baru pertama kali mereka bertemu tapi rasanya seperti ada kesan yang berbeda di antara keduanya.Yoga juga sangat baik dan ramah membuat Nada terkesan.
Selama ini Nada belum pernah merasakan hal seperti itu ia juga belum pernah merespon setiap laki laki yang berusaha mendekatinya.Tapi kali ini sepertinya Nada mulai tertarik dengan laki-laki itu.
Yoga memang seorang pemuda yang tampan, baik dan juga sangat lembut terhadap wanita.
Mungkinkah ini yang di namakan cinta pada pandangan pertama?
Setelah beberapa detik hanya terdiam akhirnya Nada membalas pesan dari Yoga.
"belum, ada apa?" Balasnya
"Gak apa cuman mau test contact aja hehe"
Keduanya saling berkirim pesan via aplikasi chating itu cukup lama sampai tanpa sadar Nada tertidur dengan ponsel di tangannya.
***
Keesokan harinya Nada terbangun dengan kaget. " Hampir saja kesiangan," gumamnya.
"Nad! Nad!" Teriak ibu dari balik pintu. Nada bergegas membuka pintu kamarnya. "Kenapa bu?" tanya Nada lembut. "Kamu susah sekali dipanggil, lihat ini sudah jam berapa memangnya tidak sekolah? " Tanya ibu.
"Iya bu maaf Nada kesiangan hehe, " ucap Nada.Setelah ibu keluar Nada bergegas mandi dan bersiap-siap. Selesai sarapan Nada berpamitan dan berangkat sekolah. "Astaga, ojeknya mana sih, " gumam gadis itu sambil terus berjalan tergesa.
tid.. tid
Suara klakson motor dari belakang membuat langkah Nada terhenti. "Loh kak Oga? " Tanya Nada. "Ayo naik, mau sekolah kan?" Ucap laki-laki itu. "eeh tidak usah kak aku naik ojek," jawabnya. "Udah ayo sekalian," ajaknya.
Setelah beberapa menit Nada akhirnya menerima ajakan Yoga. Keduanya berangkat bersama.
Hari-hari berlalu kini sudah satu bulan sejak kepindahan Nada ke tempat itu.
Selama satu bulan ini keduanya menjadi sangat intens berkomunikasi via chat dan juga sering bertemu di luar.Yoga juga sering menjemput Nada setiap pulang sekolah.
Awalnya Nada sudah beberapa kali menolak tapi Yoga tak pantang menyerah ia tetap menjemput dengan alasan sekalian pulang karena memang rumah mereka searah.
Nada merasa semakin nyaman dengan pria itu, karena Yoga selalu menunjukan perhatian yang lebih kepada Nada.Nada melihatnya sebagai sosok pria yang baik, sopan, pengertian dan sangat bijak.
"Nad, hari minggu jalan yuk!" Yoga memulai pembicaraan diatas motor yang melaju membelah jalanan.
"Kemana?" Tanya Nada.
"Kamu maunya kemana?" Yoga balik bertanya.
"Gak tau deh terserah yang ngajak, " jawab gadis itu asal.
"Yaudah pagi-pagi ketemu di depan gerbang komplek aja ya," ucapnya lembut.Entahlah dia akan membawa gadis itu ke mana hari minggu nanti.
"Hemm yaudah,"jawabnya pelan.
Nada mengiyakan ajakannya lagi pula setiap hari minggu ia memang tidak ada kegiatan apapun selain joging pagi pagi dan sisanya menghabiskan waktu di kamar untuk sekedar membaca Novel.
Dan keduanya sepakat untuk pergi berdua di hari minggu besok.
***
Pagi ini Nada sudah bersiap dan berdandan cantik, dia sudah tidak sabar karena hari ini akan pergi dengan seseorang.
Tepat pukul sembilan pagi Nada berjalan ke depan gerbang komplek untungnya jarak rumah Nada tidak terlalu jauh dari gerbang utama.Yoga juga sudah menunggu di sana dengan motornya.
Kebetulan di rumah gadis itu tidak ada siapapun karena orang tua Nada sudah pergi sejak pagi bersama kedua adiknya.Sehingga tidak ada yang bertanya ke mana dia akan pergi dan bersama siapa.
Yoga segera menyalakan motornya ketika mendapati sosok Nada berjalan menghampiri nya.Nada segera naik di jok belakang.Motor melaju kencang meninggalkan area komplek.
Mereka sengaja pergi sembunyi sembunyi karena tidak ingin ada teman-teman lain yang mengetahui bahwa saat ini keduanya sedang dekat.
"Kita mau jalan kemana?" Suara Nada memecah kebisuan di antara mereka.
"Ada deh," ucapnya.
"Emm oke," jawab Nada singkat.
"___"
Mereka kembali saling diam dan Yoga hanya fokus mengendarai motornya.
"Pegangan nanti jatuh!" Yoga mengambil tangan Nada dan melingkarkan ke pinggangnya.Setelah kurang lebih satu jam motor melaju akhirnya mereka tiba di sebuah tempat yang sejuk, indah di penuhi pepohonan dan bunga-bunga Bougenville.
"Dah sampe yuk turun duduk di sana!" Ucap Yoga.
Yoga menunjuk sebuah bangku taman yang tidak jauh dari tempat motornya terparkir.Tanpa banyak berpikir Nada menuruti ucapannya dan berjalan menuju kursi itu.
"Kita ngapain kesini?" Tanya Nada penasaran.
"Ya ngadem aja sambil ngobrol-ngobrol."
Sebenarnya Nada merasa sedikit canggung karena baru pertama kalinya ia duduk sedekat ini dengan seorang pria terlebih hanya ada mereka berdua. Tapi dalam hatinya juga ada perasaan senang dan nyaman bersama laki-laki itu.
Nada sudah jatuh cinta sejak awal pertemuan mereka.Begitupun dengan Yoga.
Meski pada awalnya Yoga hanya ingin kenal dan berteman biasa dengan gadis itu, namun ternyata ia malah terpesona melihat kecantikan gadis polos yang usianya selisih 4 tahun dengannya itu.
Siapa sangka semakin hari rasa sayang itu tumbuh dan semakin berkembang.
"Ini minum dulu!" Ucap laki-laki itu sambil mengeluarkan sebotol air mineral dari dalam tasnya.
Dia juga membawa beberapa cemilan di dalam tasnya, sepertinya itu memang sengaja di persiapkan.Selain untuk teman ngobrol juga untuk sekedar mengurangi kegugupan di antara keduanya.
Suasana yang sejuk,tenang hanya terdengar suara angin yang berhembus kencang dan suara burung saling bersahutan.Tiba-tiba hujan turun rintik-rintik menambah kesan romantis di suasana kencan pertama mereka.
Hah kencan? Hehe iya anggap saja begitu.
Cuacanya sangat dingin sedangkan Nada hanya menggunakan kaos pendek yang ditutup dengan cardigan tentu saja dia merasa sangat kedinginan.
Namun pria di sampingnya itu dengan sigap membuka jaketnya dan di pakaikan ke tubuh mungil Nada.
Yoga berdiri menggenggam tangan Nada. Membawanya berlari ke sebuah gazebo yang biasa di pakai untuk berteduh.
"Dingin ya? Kamu sih pake jaket tipis gini, ini mah jaket abal abal haha,"godanya sambil merangkul Nada yang kedinginan.
"Iiih kan gak tau bakalan ujan, terus juga gak tau bakal perginya ke tempat dingin kaya gini," jawabnya kesal.
"Yaudah yaudah sini peluk aja biar anget." Yoga semakin mengeratkan pelukannya sampai-sampai tak ada jarak secentipun di antara mereka.
Seketika jantung Nada terasa aneh dag dig dug kencang saat Yoga memeluk tubuhnya seperti itu.Sementara pipinya sudah merona dan terasa panas.
Di lihat sekelilingnya tidak ada siapapun hanya mereka berdua karena yang lain juga masing masing mencari tempat berteduh.Hujan semakin deras tubuh mereka semakin rapat.
Yoga terus memandangi Nada tanpa berkedip. Nada semakin salah tingkah dibuatnya.
"Hujannya makin gede nih," ujarnya khawatir. Nada berusaha memalingkan wajahnya.Matanya mengerling keatas bersikap seolah memandang hujan.
"Kita pulangnya gimana dong, " lanjut Nada.
"Heem nunggu reda aja ya, gak mungkin kan kita pulang ujan-ujanan?" Jawab Yoga yang ikut menatap hujan.
Sedari tadi jantungnya juga berdegup kencang karena gugup terlebih ada sesuatu yang memburu melihat gadis mungil dihadapannya itu, bibirnya yang indah dibalut lipstic warna nude pink begitu menggodanya.
Dia berusaha mengalihkan pandangannya, namun lagi-lagi matanya tertuju kesana. Dia mulai mendekatkan wajahnya, sangat dekat lalu mencium gadis itu.
Gadis mungil itu tercengang, seketika matanya membulat.Nada sangat kaget, ia terdiam mematung merasakan sensasi yang tidak biasa merasuki tubuhnya.
Sepersekian detik jantungnya seperti akan berhenti berdetak.Ada rasa bingung, gugup,senang semua bercampur jadi satu.
Beberapa menit dia hanya terdiam gugup tanpa berkata-kata, membayangkan kembali apa yang baru saja terjadi.
Yoga juga sebenarnya merasa bersalah dan menjadi tidak enak hati tapi sudah terlanjur.
"Maaf, " ucapnya lirih.
Yoga menghapus sisa Saliva yang menempel di ujung bibir gadis itu.
Nada hanya mengangguk dan berusaha tenang, pedahal saat ini dadanya bergemuruh kencang detak jantungnya semakin tak beraturan.Wajahnya terlihat semakin merah, jika saja bisa mungkin rasanya ia ingin menghilang seketika dari hadapan pria itu.
Situasi mereka menjadi sangat canggung.Keduanya terlihat gugup.Nada terdiam membayangkan kembali hal yang baru saja terjadi.Rasanya masih tak percaya dengan apa yang di alaminya.
"Ciuman pertama," gumamnya dalam hati.
Selama ini ia hanya tahu dari cerita teman-teman yang selalu menggodanya atau dari sebuah Novel dan drama-drama korea tentang indahnya ciuman pertama.
Tak disangka hari ini dia mengalaminya sendiri.
Catatan penulis:
Hai Readers berhubung aku masih pemula tolong jangan di bulli ya!
Jangan lupa tap love nya!!!