Revan tidak bisa fokus makan dan tidak dapat merasakan makanan yang masuk ke dalam mulutnya. Pasalnya, Rayhan yang tepat berada di depan Cia, selalu memberikan perhatian lebih kepada gadisnya ini. Lebih parahnya, Cia menerima dengan senang hati apa yang Rayhan berikan kepadanya. Menyebalkan. "Kata Cia, kamu lanjut ke Jerman?" Sarah memulai topik disela makan mereka. Revan menoleh, lalu mengangguk, "Iya, Tante." "Wah, LDR dong sama Cia?" Semua sontak menoleh ke arah Revan yang begitu terbilang santuy saat mengatakan itu. Terkecuali Feli, yang tidak peduli dan hanya sibuk dengan makanan serta boneka barbie-nya. "Sttt, Rayhan!" tegur Sarah pelan. Bukan karena apa, ibunya itu tahu persis bagaimana perasaan putrinya itu jika menyangkut hal seperti ini. Ia sangat tahu, bahwa Cia sangat se

