Sekian banyaknya bujukan, akhirnya Maya menyetujui untuk dibawa ke rumah sakit. Cia bernapas lega, setelah mendengar ucapan dari dokter bahwa ibu tirinya itu baik-baik saja. Hanya kecapeam dan faktor banyak pikiran. Revan menatapi gadisnya yang duduk di sebelah brankar. Menatapi wajah Maya yang sudah sedikit keriput itu serta mengelusnya dengan lembut. Entah kenapa, Revan terkadang kesal sendiri dengan sifat gadis itu yang kelewat baik. Cia merawat Maya seakan-akan wanita itu tidak pernah melakukan hal jahat kepadanya. Padahal dalang sebagian besar masalah ini adalah ibu tirinya itu. Tak lama dari itu, suara pintu ruangan terbuka. Cia dan Revan menoleh, ternyata Amanda. Memang, tadi Cia meminta Revan untuk menghubungi kakak tirinya itu. Awalnya, Revan menolak. Memikirkan bagaimana resiko

